
BEK Paris Saint-Germain (PSG) dan timnas Maroko, Achraf Hakimi, dipastikan akan menjalani persidangan atas kasus dugaan pemerkosaan. Kepastian ini diperoleh setelah pengadilan tertinggi Prancis, Pengadilan Kasasi, menolak permohonan banding yang diajukannya pada Rabu (23/9).
Laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa dengan ditolaknya banding tersebut, pemain berusia 27 tahun itu sudah tidak lagi memiliki jalur hukum untuk membatalkan proses penuntutan.
Sebelumnya, Pengadilan Banding Versailles juga telah menolak permohonan serupa pada 19 Juni 2026. Dengan putusan final ini, Hakimi akan menghadapi persidangan di pengadilan pidana Hauts-de-Seine, kawasan di sebelah barat Paris, yang diperkirakan bakal berlangsung pada 2027.
Kasus ini bermula dari dugaan insiden di kediaman Hakimi di Boulogne-Billancourt pada 25 Februari 2023. Seorang perempuan yang berkenalan dengannya melalui Instagram menuduh Hakimi melakukan tindakan seksual tanpa persetujuan saat ia berkunjung ke rumah sang pemain. Lima hari berselang, tepatnya pada 2 Maret 2023, Hakimi resmi didakwa atas tuduhan pemerkosaan.
Kuasa hukum pelapor, Rachel-Flore Pardo, menegaskan komitmen kliennya untuk mengawal proses ini hingga selesai setelah melalui perjalanan hukum yang panjang.
“Achraf Hakimi akan menjalani persidangan atas dugaan pemerkosaan. Setelah tiga setengah tahun proses hukum, setelah difitnah dan diseret oleh pembelaan Achraf Hakimi, klien saya bertekad mendapatkan keadilan dan akan berjuang sampai akhir,” tegas Pardo.
Di sisi lain, pengacara Hakimi, Fanny Colin, menyatakan bahwa kliennya sejak awal membantah seluruh tuduhan tersebut. Menurutnya, proses persidangan justru akan menjadi wadah untuk membuka seluruh bukti pembelaan secara transparan.
“Tuduhan tersebut akan dibahas dalam persidangan, ketika seluruh bukti yang mendukung pembelaan Hakimi akan dipaparkan secara terbuka dan di hadapan kedua pihak,” ujar Colin.
Ia menambahkan, “Hakimi, yang tidak menyembunyikan apa pun, telah sepenuhnya bekerja sama dengan polisi dan otoritas peradilan dan akan terus melakukannya selama persidangan mendatang.”
Hakimi sendiri sempat memberikan pernyataan terbuka melalui akun X miliknya pada 19 Juni lalu, sesaat setelah bandingnya ditolak oleh Pengadilan Banding Versailles.
“Saya memilih untuk diam selama bertahun-tahun. Saya berpikir bahwa tetap menjaga martabat, bersabar, dan mempercayai sistem peradilan akan memungkinkan keputusan yang tepat dibuat. Hari ini, sebuah cerita yang bukan milik saya diceritakan dengan mengorbankan keluarga, kehidupan, dan yang terpenting, kebenaran,” tulis Hakimi.
“Saya telah menunggu persidangan ini sejak hari pertama. Dan sekarang saya menantikannya. Akhirnya, saya akan bisa berbicara,” lanjutnya.
Meski tengah dibelit proses hukum, Hakimi tetap tampil konsisten di lapangan hijau bersama PSG. Ia merupakan pilar utama saat membantu klubnya menjuarai Liga Champions dua musim beruntun, serta berhasil masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d’Or 2026 yang rencananya diumumkan di London bulan depan. (Ant/Z-1)
