
MUSIM terbaru serial drama HBO, Euphoria, kembali menjadi pusat kontroversi setelah penayangan perdananya pada April 2026. Alur cerita karakter Cassie Howard yang diperankan Sydney Sweeney kini panen kritik tajam. Pasanya ia dinilai terlalu vulgar dan hanya mengandalkan sensasi lewat penggambaran dunia OnlyFans yang ekstrem.
Dalam musim ketiga ini, Cassie dikisahkan terjun ke platform OnlyFans dan menampilkan persona yang semakin ekstrem. Mulai dari tema fetish hingga konten eksplisit demi meraih popularitas dan mengatasi kesulitan finansial.
Kontroversi mencapai puncaknya pada episode berjudul “This Little Piggy” yang rilis 10 Mei lalu.
Dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan, Cassie melakukan sesi pemotretan bertema fetish yang aneh. Adegan itu termasuk adegan saat ia tampil topless dan diubah secara visual menggunakan efek khusus menjadi sosok wanita raksasa menyerupai monster Godzilla.
Adegan “Cassie-Zilla” ini, bersama dengan konten lain seperti penggunaan kostum bayi dan hewan, pengiriman pakaian dalam bekas kepada klien, hingga kemunculannya di podcast red pill untuk mendukung hak-hak pria, memicu reaksi keras.
Para kreator konten dewasa di dunia nyata turut mengkritik penggambaran ini. Mereka menyebutkan serial tersebut cenderung membesar-besarkan sisi kekacauan dan penghinaan di platform langganan, sehingga terasa tidak realistis.
Tokoh internet Sydney Leathers menyebut bagian dari narasi tersebut “konyol dan kartun”. Ia juga mengatakan beberapa konten fiksi yang ditampilkan di layar kemungkinan besar akan melanggar pedoman platform yang sebenarnya.
Menanggapi kontroversi yang terus bergulir, sutradara Sam Levinson berargumen bahwa Euphoria memang tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi realisme murni. Film ini fokus pada emosi yang tinggi dan gaya bercerita yang visualnya dilebih-lebihkan untuk mencerminkan ekstremitas budaya selebriti internet saat ini.
Standar Ganda Perfilman
Di sisi lain, Sydney Sweeney juga secara konsisten membela keputusannya untuk melakoni adegan-adegan berani tersebut. Ia sebelumnya pernah menyoroti adanya standar ganda di industri perfilman terkait adegan telanjang.
“Saya pikir itu adalah penampilan yang hebat. Namun tidak ada yang membicarakannya karena saya tampil telanjang. Ketika seorang pria melakukan adegan seks atau menunjukkan tubuhnya, dia tetap memenangkan penghargaan dan mendapat pujian. Namun saat seorang gadis melakukannya, hal itu menjadi sangat berbeda,” ungkap Sweeney dalam sebuah wawancara.
Meskipun opini penonton terpecah antara yang menganggap alur cerita ini sebagai sindiran tajam terhadap budaya influencer dan mereka yang merasa serial ini telah kehilangan kedalaman emosionalnya, Euphoria sekali lagi membuktikan dirinya sebagai salah satu serial televisi yang paling memicu perdebatan budaya saat ini. (Economic Times/InStyle/Z-2)
