Saturday, September 26

Mengenal Angioplasti, Prosedur Medis yang Dijalani Ratu Margrethe II dari Denmark


Ilustrasi(Magnific.com)

Kabar mengenai kondisi kesehatan mantan Ratu Denmark, Margrethe II, yang menjalani prosedur angioplasti menarik perhatian publik dunia. Banyak yang bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya tindakan medis tersebut dan seberapa krusial fungsinya bagi pasien lanjut usia.

Secara medis, angioplasti adalah prosedur non-bedah yang dilakukan untuk membuka pembuluh darah arteri jantung yang menyempit atau tersumbat akibat penumpukan plak kolesterol. Kondisi penyempitan ini dikenal dalam dunia kedokteran sebagai aterosklerosis.

Bagaimana Prosedur Angioplasti Dilakukan?

Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis jantung intervensi. Berikut adalah tahapan umum dalam tindakan angioplasti:

  • Kateterisasi: Dokter memasukkan tabung tipis dan fleksibel (kateter) melalui pembuluh darah di lengan atau pangkal paha menuju jantung.
  • Pengembangan Balon: Di ujung kateter terdapat balon kecil yang akan dikembangkan tepat di titik penyumbatan untuk meregangkan arteri yang menyempit.
  • Pemasangan Stent (Ring): Dalam banyak kasus, dokter juga memasang stent atau cincin penyangga permanen untuk memastikan arteri tetap terbuka dan aliran darah ke otot jantung kembali lancar.
Mengapa Ratu Margrethe II Membutuhkannya?
Seiring bertambahnya usia, elastisitas pembuluh darah menurun dan risiko penumpukan plak meningkat. Angioplasti dipilih karena bersifat minimally invasive (minim sayatan), sehingga risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan operasi bedah jantung terbuka, terutama bagi pasien lansia.

Manfaat dan Risiko

Manfaat utama dari angioplasti adalah meningkatkan aliran darah ke jantung secara instan, meredakan gejala nyeri dada (angina), dan mencegah terjadinya serangan jantung yang lebih fatal. Prosedur ini memungkinkan pasien untuk pulih lebih cepat dibandingkan operasi bypass.

Meski tergolong aman, prosedur ini tetap memiliki risiko seperti memar pada area masuknya kateter, reaksi alergi terhadap zat kontras, atau dalam kasus jarang, kerusakan pada arteri. Namun, dengan teknologi medis modern di rumah sakit seperti Rigshospitalet tempat Ratu dirawat, tingkat keberhasilan prosedur ini sangat tinggi.

Hingga saat ini, pihak Istana Denmark mengonfirmasi bahwa kondisi Ratu Margrethe II stabil pasca-tindakan. Fokus utama tim medis saat ini adalah memastikan tidak ada komplikasi selama masa pemulihan awal di rumah sakit.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *