
MASA depan Jose Mourinho bersama Benfica masih belum pasti. Hal itu setelah pelatih asal Portugal itu mengakui agennya telah dihubungi Real Madrid, terkait kemungkinan kerja sama musim depan.
Mourinho mengonfirmasi pekan ini akan menjadi momen penentu terkait kelanjutan kariernya. Meski demikian, ia menegaskan belum menerima tawaran resmi secara langsung dari Real Madrid.
“Saya harus memutuskan masa depan saya minggu ini,” kata Mourinho dikutip dari ESPN.
“Saya memiliki proposal dari Benfica. Saya tidak memiliki proposal dari Real Madrid. Pada saat yang sama, saya mengatakan itu untuk menyembunyikan bahwa tidak ada apa-apa, kami tidak bisa melakukan itu, ada sesuatu, tetapi tidak dengan saya secara langsung,” lanjutnya.
Nama Mourinho disebut menjadi kandidat kuat pengganti pelatih Real Madrid saat ini, Alvaro Arbeloa. Mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Manchester United itu disebut masuk daftar utama incaran Los Blancos untuk musim depan.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut masih terikat kontrak bersama Benfica hingga Juni 2027. Namun, kontraknya memiliki klausul yang memungkinkan kedua pihak mengakhiri kerja sama pada akhir musim ini.
Saat ditanya apakah dirinya mampu menolak jika Real Madrid mengajukan penawaran resmi, Mourinho memilih irit bicara. Mourinho menegaskan dirinya tetap menaruh rasa hormat besar kepada Benfica.
“Benfica adalah klub besar dan sejak hari pertama saya tiba, saya selalu merasakan kehormatan dan tanggung jawab untuk bekerja bagi klub seperti Benfica. Benfica itu besar,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan Mourinho setelah membawa Benfica menutup musim Primeira Liga Portugal tanpa kekalahan. Kemenangan 3-1 atas Estoril Praia pada laga terakhir memastikan Benfica tidak terkalahkan sepanjang 34 pertandingan musim ini.
Namun, 11 hasil imbang membuat Benfica hanya finis di posisi ketiga di bawah FC Porto dan Sporting CP. Hasil tersebut juga membuat Benfica gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Mourinho mengaku catatan tak terkalahkan tersebut menjadi pengalaman pertama sepanjang karier kepelatihannya.
“Hal tak terkalahkan ini adalah hal yang hebat. Ini pertama kalinya dalam karier saya. Bahkan dengan memenangkan delapan gelar juara, saya tidak pernah melakukannya dengan tidak terkalahkan,” ujar Mourinho.
Meski demikian, ia menegaskan tetap lebih memilih meraih gelar juara dibanding mempertahankan rekor tanpa kalah.
“Saya akan menukar hal itu dengan gelar juara dengan dua atau tiga kekalahan, tidak ada keraguan tentang itu. Namun, itu adalah sesuatu yang mencerminkan hal baik. Mentalitas tim, kebersamaan, empati merefleksikan hal itu dengan sempurna,” tambahnya. (Z-2)
