Thursday, September 24

Israel Siapkan Pencegatan Armada Global Sumud di Laut Mediterania


Ilustrasi(Dok AFP)

ANGKATAN laut Israel dilaporkan tengah bersiap untuk mencegat dan menyita kapal-kapal milik Armada Global Sumud yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza dalam upaya menembus blokade yang telah diberlakukan Israel selama bertahun-tahun.

Menurut laporan media Israel pada Senin (18/5), operasi tersebut diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa jam ke depan di perairan internasional Laut Mediterania sebelum armada mencapai perairan teritorial Palestina.

Surat kabar Israel Maariv, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa angkatan laut telah menyiapkan langkah untuk menghentikan kapal-kapal yang berangkat dari Turki tersebut.

Sumber itu menyebutkan bahwa pasukan Israel akan melakukan intersepsi di perairan internasional guna mencegah armada melanjutkan pelayaran menuju Gaza.

Sementara itu, penyiar publik Israel KAN melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan menggelar pertemuan keamanan pada Senin sore untuk memberikan persetujuan akhir terkait penyitaan armada tersebut.

Armada Global Sumud merupakan bagian dari upaya internasional untuk menantang blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak musim panas 2007.

Pada Senin pagi, pihak armada mengungkapkan bahwa mereka mendeteksi aktivitas yang dianggap tidak biasa di sekitar kapal-kapal mereka.

Armada tersebut menyatakan telah melihat pergerakan mencurigakan dari sejumlah kapal dan perahu tak dikenal tidak lama setelah mereka mengumumkan telah memasuki perairan internasional.

Konvoi yang terdiri atas 54 kapal itu berangkat pada Kamis lalu dari kota Marmaris, Turki, sebagai bagian dari misi kemanusiaan untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan ke wilayah Gaza.

Langkah Israel untuk menghentikan armada ini diperkirakan akan memicu perhatian internasional di tengah meningkatnya sorotan global terhadap konflik yang terus berlangsung di Gaza.

Benjamin Netanyahu sendiri masih menjadi sorotan hukum internasional setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 mengeluarkan pencarian terhadap dirinya atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Sejak Oktober 2023, konflik di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, dengan sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak, menurut berbagai laporan kemanusiaan internasional. (E-4)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *