
WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan menyerahkan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, usai pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al-Ukhuwah pada Rabu (27/5). Sapi kurban tersebut memiliki bobot mencapai 1.250 kilogram atau 1,25 ton. Sapi berasal dari Jawa Tengah dan dibesarkan di kawasan Ujungberung, Kota Bandung.
“Alhamdulillah, hari ini setelah salat Id di Masjid Al-Ukhuwah, kita bersama-sama menyerahkan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia,” tuturnya.
Farhan menyebut, sapi tersebut merupakan hasil seleksi ketat sebelum akhirnya dipilih sebagai hewan kurban Presiden RI untuk Kota Bandung. “Ini menjadi satu yang terpilih dari enam ekor yang kita tawarkan,” terangnya.
Farhan memastikan sapi kurban Presiden dalam kondisi sehat dan layak potong setelah melalui pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh. Peternak sapi menjelaskan hewan kurban tersebut berusia tiga tahun dengan berat mencapai 1.250 kilogram.
Rencananya, sapi kurban bernama “Sheva” itu akan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ciroyom dan dagingnya disalurkan kepada para mustahik di Kota Bandung pada hari yang sama.
Farhan mengatakan, penamaan sapi tersebut bukan berasal dari permintaan khusus Presiden RI, melainkan diberikan oleh pihak peternak dan tim di lapangan.
“Pak Prabowo menugaskan kepada pemerintah daerah untuk mencari sapi-sapi yang akan dicalonkan. Nah, ini kita mengajukan enam calon, yang terpilih yang ini,” ungkapnya.
Menurut Farhan, momentum Iduladha juga menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi dan pengorbanan untuk masyarakat. “Insyaallah diberikan kepada para mustahik dengan baik dan benar,” tuturnya.
Sementara itu pelaksanaan Salat Idul Adha dha berlangsung khidmat dan tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. Tercatat. 18.036 hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya menjelang Idul Adha danmemastikan seluruh hewan kurban yang diperiksa dalam kondisi sehat dan layak potong.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, total terdapat 18.036 hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya menjelang Idul Adha tahun ini dan 65 persennya itu domba dan kambing,” tandasnya.
Farhan memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak untuk dipotong. Pemeriksaan serta pengawasan juga terus dilakukan hingga hari tasyrik. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan sesuai standar dan distribusi daging kurban berjalan baik bagi masyarakat penerima manfaat. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai refleksi rasa syukur dan semangat pengorbanan untuk Kota Bandung. (H-2)
