Tuesday, September 22

Bukan Sekadar Efek Langsing, Obat Diet Seperti Wegovy Ternyata Masuk dan Redakan Radang Sendi


Ilustrasi(Magnific)

SELAMA ini, pasien radang sendi (arthritis) yang mengonsumsi obat penurun berat badan seperti Wegovy melaporkan persendian mereka terasa jauh lebih baik. Dokter umumnya mengaitkan perbaikan ini murni karena berkurangnya beban tubuh yang menopang tulang rawan.

Namun, sebuah studi kecil dari Universitas Aarhus di Denmark menunjukkan penjelasan tersebut belum lengkap. Para peneliti menemukan keberadaan hormon GLP-1, hormon yang ditiru obat penurun berat badan modern, di dalam cairan sendi pasien untuk pertama kalinya. Penemuan ini membuka pemahaman baru mengenai cara kerja obat tersebut langsung di area peradangan.

Meresap dari Aliran Darah ke Cairan Sendi

Sendi manusia bergantung pada cairan kental bernama cairan sinovial yang berfungsi melapisi tulang rawan dan melumasi gerakan. Tim peneliti yang dipimpin oleh Tue Wenzel Kragstrup, M.D., Ph.D., profesor madya biomedis di Universitas Aarhus, menguji sampel darah dan cairan sendi dari 44 pasien penderita rheumatoid arthritis atau kondisi peradangan terkait melalui bank bio Denmark.

Hasil analisis menunjukkan hormon GLP-1 terdeteksi di dalam cairan sendi. Jumlahnya memang sangat kecil dan kadarnya mengikuti kadar di dalam aliran darah. Hal ini mengindikasikan tubuh tidak memproduksi GLP-1 langsung di dalam sendi, melainkan hormon tersebut meresap masuk dari aliran darah dengan proporsi yang tetap.

Di sinilah obat penurun berat badan mengubah keadaan. Dosis dari obat-obatan tersebut melonjakkan kadar GLP-1 di dalam darah jauh melampaui produksi alami tubuh, yang otomatis ikut meningkatkan kadar hormon ini di dalam persendian. Peningkatan dosis tinggi inilah yang diduga kuat dapat mengurangi peradangan secara langsung pada sendi.

“Studi kami dapat menunjukkan bahwa obat-obatan seperti Wegovy dapat memiliki efek ganda – baik melalui penurunan berat badan maupun dengan meningkatkan kadar GLP-1 di dalam sendi,” ujar Kragstrup.

Tantangan Enzim Penghancur

Meskipun temuan ini membawa angin segar, hormon GLP-1 alami biasanya tidak bertahan lama di dalam tubuh karena cepat dihancurkan oleh enzim bernama DPP-4. Tim peneliti Aarhus juga menemukan keberadaan enzim DPP-4 yang aktif di dalam cairan sendi pasien.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan medis di masa depan. Jika suatu saat obat GLP-1 disuntikkan secara langsung ke area lutut, misalnya, obat tersebut harus direkayasa sedemikian rupa agar mampu bertahan dari serangan enzim penghancur ini.

Tim peneliti menegaskan bahwa studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Rheumatology ini baru sekadar mendeteksi keberadaan hormon, bukan membuktikan bahwa obat penurun berat badan sudah bisa digunakan sebagai obat mutlak untuk radang sendi. Kendati demikian, penelitian ini memberikan target dan arah yang jelas bagi uji klinis berikutnya untuk melihat seberapa efektif obat diet dalam menenangkan radang sendi dari dalam. (Earth/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *