
Keberadaan tempat dan sarana ibadah seperti masjid menjadi wadah dan wahana persatuan serta membangun peradaban. Lebih dari itu, masjid mesti menjadi sarana ibadah yang nyaman dan aman, menarik dengan inovasi dan kreativitas bagi kalangan muda terutama generasi Z (Gen Z).
“Keberadaan masjid mesti menjadi pusat persatuan dan peradaban bukan hanya tempat ibadah atau ritual semata. Masjid mesti dikelola secara kreatif yang memberi spirit serta kenyamanan sebagai tempat ibadah juga berinovasi bagi Gen Z,” kata mantan artis yang kini dikenal sebagai Ustazah Hj. Neno Warisman saat sambutan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Akbar di Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (29/5).
Mewakili keluarga Ahmad Akbar dan Tenike sebagai pemilik tanah dan pembangunan masjid tersebut, Neno Warisman mengingatkan agar fungsi masjid sebagai wahana persatuan dapat menerima berbagai perbedaan aliran ibadah keagamaan sehingga terhindar dari perpecahan.
“Jadi siapa saja kita persilakan beribadah di Masjid Al-Akbar ini. Apakah dari Muhammadiyah, NU, dan lain-lain. Mari kita jaga persatuan keumatan kita bersama,” tandas Neno.
Neno yang kini menjadi Tenaga Ahli Kebudayaan dan Pesantren Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mencontohkan pengelolaan masjid yang terbaik adalah Masjid Jogokariyan di Yogyakarta dan Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi. Hemat dia, kedua masjid tersebut memberi inspirasi. Di Jogokariyan bisa belajar tentang keikhlasan dan profesionalitas sosok teladan almarhum KH M. Jazir. Pada Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, generasi muda atau Gen Z berperan penting berkreasi mengelola masjid dengan baik dan memberi rasa aman nyaman bagi jemaah.
“Di sini para bapak, ibu, atau orang tua juga sesepuh bisa duduk manis sambil memantau memberi ruang dan kiprah para Gen Z mengelola masjid,” pungkas Neno seraya mengapresiasi Ahmad Akbar dan Tenike yang mengikhlaskan tanahnya menjadi ladang amal ibadah bagi masyarakat.
Pada kesempatan sama, Ahmad Akbar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Kelurahan Cibubur dan jajarannya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cibubur, serta para tokoh masyarakat di antaranya Jenderal TNI (Purn.) Abdul Gani, Hj. Neno Warisman, dan lain-lain. Menurut Akbar, alumni FISIP UI ini, sebelum diperuntukkan bagi pembangunan masjid, tanah kosong yang luasnya sekitar 850 meter persegi itu sempat direncanakan untuk town house dan perluasan tempat usaha yang sifatnya duniawi.
“Melalui diskusi panjang dan perenungan bersama istri dan anak-anak, akhirnya kami bersepakat sebagian tanah ini dibangun untuk masjid bagi masyarakat umum guna menjadi sarana ibadah dan tabungan akhirat bagi keluarga kami serta untuk beribadah warga masyarakat banyak. Kami merencanakannya sebagai masjid yang nyaman, tenang, dan semangat hijau (green concern). Nantinya kanopi paling atas akan menggunakan 8 lembar panel surya untuk menghasilkan listrik hampir 5.000 watt,” ungkap Akbar.
Makmurkan Masjid
Tokoh masyarakat, H. Abdul Gani, berharap dengan dibangunnya Masjid Al-Akbar di kawasan Cibubur tetap terjalin kebersamaan dan harmoni beribadah bagi warga serta bersama-sama memakmurkan masjid-masjid di sekitarnya.
“Kami tidak keberatan dengan keberadaan Masjid Al-Akbar, mari kita memakmurkan bersama juga memakmurkan masjid lain yang ada di kawasan kita bersama,” kata Abdul Gani yang pernah menjabat Dirjen Hublu Kemenlu RI era Menlu RI Ali Alatas.
Sementara itu, Lurah Cibubur Roni Abdullah menilai dengan harga tanah yang cukup mahal di kawasan Cibubur, upaya menjadikan tanah menjadi tempat ibadah seperti masjid patut diapresiasi.
“Kami apresiasi mengingat harga tanah di Jakarta sekarang sangat mahal. Allah telah menggerakkan hati Pak Ahmad Akbar bersama istri dan keluarga yang ikhlas untuk dibangun masjid. Mari kita memakmurkannya bersama,” kata Lurah Roni.
Senada dengan hal itu, Ketua DMI Ranting Cibubur KH Umardani mengutarakan rasa bersyukur dengan kehadiran masjid baru Masjid Al-Akbar di wilayah Cibubur, sehingga bertambah lagi sarana ibadah di wilayahnya itu. Ia berpesan agar keberadaan masjid baru tetap menjalin hubungan baik dengan masjid lainnya yang sudah ada.
Menurutnya, pengurus Masjid Al-Akbar, Ustaz Gunawan, yang juga sebagai Ketua Panitia Acara yang dihadiri lebih dari 70 tokoh masyarakat dan undangan warga sekitar, mesti terus menjalin silaturahmi dengan masjid terdekat, Al-Mukhlisin.
“Alhamdulillah rupanya Ustaz Gunawan juga telah mendapat restu Ustaz Bambang dari Masjid Al-Mukhlisin,” ujarnya seraya mendoakan Ahmad Akbar dan istri serta keluarganya mendapat kendaraan surga di akhirat kelak. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebut bagi orang yang membangun rumah Allah atau masjid di dunia, akan dibalas mendapatkan ganti masjid di surga pada akhirat kelak.(H-2)
