
PERTANDINGAN Final Liga Champions 2025/2026 yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di Stadion Puskas Arena, Hungaria, berlangsung penuh drama. Setelah unggul di babak pertama, pertahanan Arsenal akhirnya goyah di pertengahan babak kedua.
Arsenal mengawali laga dengan sangat meyakinkan. Baru memasuki menit ke-6, Kai Havertz berhasil menggetarkan jala gawang Matvey Safonov. Gol tersebut berawal dari kesalahan kapten PSG, Marquinhos, yang bermaksud menyapu bola namun justru membentur Leandro Trossard. Bola liar tersebut jatuh ke kaki Havertz yang dengan tenang melakukan solo run ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang tak terbendung.
Drama Penalti dan Respon PSG
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat tajam. PSG yang tertinggal mulai menekan habis-habisan. Pada menit ke-62, kemelut terjadi di area terlarang Arsenal. Berawal dari sepak pojok Ousmane Dembele yang sempat ditinju oleh David Raya, bola kembali dikuasai pemain PSG. Khvicha Kvaratskhelia yang mencoba melakukan penetrasi dijatuhkan oleh Mosquera di dalam kotak penalti.
Wasit sempat melakukan pengecekan VAR untuk memastikan validitas pelanggaran tersebut. Di tengah riuh penonton di Puskas Arena, keputusan penalti tetap diberikan untuk Les Parisiens pada menit ke-63. Sang pemenang Ballon d’Or yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang tersebut. Dengan tenang, ia mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang, mengecoh David Raya yang bergerak ke arah berlawanan pada menit ke-64. Skor pun berubah menjadi imbang 1-1.
Arteta Lakukan Perubahan Strategis
Melihat dinamika permainan yang berubah total setelah gol penyeimbang tersebut, manajer Arsenal Mikel Arteta langsung bereaksi cepat. Pada menit ke-67, Arteta melakukan pergantian ganda yang signifikan untuk menyegarkan lini serang dan memperkuat pertahanan.
Viktor Gyokeres dimasukkan untuk menggantikan sang kapten Martin Odegaard, sementara Jurrien Timber masuk menggantikan Mosquera yang sebelumnya terlibat dalam insiden penalti. Langkah ini diambil Arteta untuk mengembalikan kendali permainan, mengingat Arsenal memiliki catatan impresif dengan hanya kalah satu kali dari 115 pertandingan terakhir saat mereka memimpin di babak pertama.
- PSG menurunkan 10 pemain outfield yang sama dalam dua final UCL berturut-turut, menyamai rekor Real Madrid (2017-2018).
- Arsenal memimpin 1-0 di babak pertama melalui gol Kai Havertz (6′).
- PSG menyamakan kedudukan melalui titik putih pada menit ke-64.
| Susunan Pemain Arsenal (4-2-3-1) | Susunan Pemain PSG (4-3-3) |
|---|---|
| Raya (GK); Hincapie, Gabriel, Saliba, Mosquera (Timber 67′); Lewis Skelly, Rice; Odegaard (Gyokeres 67′), Trossard, Saka; Havertz. | Safonov (GK); Nuno Mendes, Pacho, Marquinhos, Hakimi; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Kvaratkhelia, Dembele, Doue. |
Hingga berita ini diturunkan, pertandingan masih berlangsung dengan skor imbang. Kedua tim terus mencari celah untuk mencetak gol kemenangan di sisa waktu babak kedua di Budapest.
