Tuesday, September 22

Cuaca Jawa Tengah Dominan Cerah Berawan, BMKG Peringatkan Suhu Panas


Ilustrasi(Magnific)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Tengah didominasi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari Selasa (22/9). Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi suhu udara menyengat di kawasan Solo Raya dan Pantura, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman gelombang tinggi dan banjir pasang air laut (rob).

Sejak pagi hingga awal malam, tidak ada tanda-tanda penurunan hujan baik di kawasan pegunungan, dataran tinggi, maupun dataran rendah. Suhu udara di sejumlah wilayah bahkan diperkirakan dapat melonjak dan terasa lebih panas dari biasanya.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana karhutla di tengah kondisi cuaca yang kering ini.

“Waspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena banyak tanaman kering mudah terbakar tersulut percikan api,” kata Arif pada Selasa (22/9).

Arif menjelaskan suhu udara yang dapat mencapai hingga 36 derajat Celsius ini berpotensi melanda belasan daerah di Jawa Tengah. Wilayah yang rentan terdampak suhu panas tersebut meliputi Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Surakarta, hingga Kota Semarang.

Berdasarkan hasil pengamatan cuaca pada pukul 05.00 WIB, angin di wilayah Jawa Tengah secara umum bertiup dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam. Secara keseluruhan, suhu udara berkisar antara 16 hingga 36 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 40 hingga 95 persen.

Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir Rob di Pesisir

Selain suhu panas di daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi perairan Jawa Tengah. Meskipun kondisi cuaca di laut cenderung cerah berawan dan berawan, terdapat ancaman gelombang tinggi berkisar 1,25 hingga 2,5 meter serta fenomena banjir rob setinggi 1 meter yang terjadi pada pukul 03.00 hingga 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Efendi, menyampaikan gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan utara seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, hingga Pati-Rembang. Kondisi serupa juga mengintai perairan selatan yang membentang dari Cilacap hingga Purworejo.

Usman menegaskan bahwa tingginya gelombang laut ini sangat berisiko bagi keselamatan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan dan kapal tongkang. Risiko meningkat ketika ketinggian gelombang melampaui 1,25 meter dan kecepatan angin melebihi 15 knot.

Di samping gelombang tinggi, genangan banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah diprakirakan dapat mengganggu berbagai lini kehidupan warga.

“Waspada gelombang tinggi dan rob ini, karena dapat mengganggu aktivitas warga baik di tengah perairan maupun kawasan pesisir,” ujar Usman.

Dampak fenomena rob ini diprediksi berpotensi mengganggu sektor transportasi pesisir, kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, kelangsungan budidaya perikanan darat, hingga aktivitas para petani garam di wilayah Pantura. Warga yang beraktivitas di sekitar pesisir maupun perairan pun diminta untuk senantiasa mengutamakan keselamatan. (Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *