Tuesday, September 22

NASA Jelaskan Alasan Bulan Tampak Terang di Langit Malam


Ilustrasi(magnific)

Bulan tampak bersinar terang di langit malam, tetapi ilmu pengetahuan modern telah lama menjelaskan bahwa satelit alami Bumi tersebut sebenarnya tidak memancarkan cahaya sendiri. Cahaya yang terlihat dari permukaan Bulan merupakan hasil pantulan sinar Matahari yang mengenai permukaannya dan kemudian dipantulkan ke arah Bumi.

Menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Bulan memantulkan sekitar 12 persen cahaya Matahari yang mengenainya. Permukaan Bulan tersusun atas batuan dan debu yang dikenal sebagai regolit, sehingga mampu memantulkan sebagian cahaya yang diterimanya. Fenomena inilah yang membuat Bulan tampak terang meskipun tidak memiliki sumber cahaya internal seperti bintang.

Pengetahuan ini menjadi dasar dalam astronomi modern untuk menjelaskan fase-fase Bulan. Saat Bulan mengelilingi Bumi, posisi relatif antara Matahari, Bumi, dan Bulan berubah. Akibatnya, bagian Bulan yang diterangi Matahari dan terlihat dari Bumi juga berubah, menghasilkan fase seperti bulan sabit, kuartal, hingga purnama.

Menariknya, perbedaan antara cahaya Matahari dan cahaya Bulan juga menjadi salah satu topik yang sering dibahas dalam kajian hubungan antara sains dan teks keagamaan. Dalam Al-Qur’an, Matahari dan Bulan dijelaskan menggunakan istilah yang berbeda. Matahari disebut sebagai “siraj” atau pelita yang memancarkan cahaya, sedangkan Bulan disebut sebagai “nur” yang bermakna cahaya yang menerangi.

Sejumlah peneliti kajian Islam dan sains menilai penggunaan istilah tersebut menarik karena selaras dengan pemahaman astronomi modern. Matahari diketahui menghasilkan energi dan cahaya melalui proses fusi nuklir di intinya, sementara Bulan hanya memantulkan cahaya yang berasal dari Matahari.

Dalam ilmu astronomi, Matahari diklasifikasikan sebagai bintang karena mampu menghasilkan energi sendiri. Sebaliknya, Bulan merupakan satelit alami Bumi yang tidak memiliki mekanisme untuk menghasilkan cahaya seperti bintang. Perbedaan mendasar inilah yang menjelaskan mengapa karakter cahaya keduanya tidak sama.

Meski penjelasan ilmiah mengenai cahaya Bulan baru berkembang pesat setelah kemajuan astronomi modern, fenomena tersebut terus menjadi bahan diskusi yang menarik dalam kajian sains, sejarah, dan keagamaan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa cahaya Bulan merupakan contoh sederhana bagaimana objek di tata surya dapat terlihat terang tanpa harus menghasilkan cahaya sendiri.

Sumber: NASA, European Space Agency (ESA), Encyclopaedia Britannica, Al-Qur’an Surah Yunus Ayat 5, Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 16.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *