
BENTROKAN berdarah antargeng rival pecah di sebuah lembaga pemasyarakatan di wilayah barat laut Meksiko, negara bagian yang menjadi markas besar kartel narkoba kelas kakap. Pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menewaskan tujuh orang narapidana.
Menurut keterangan resmi pejabat pada hari Minggu waktu setempat, perkelahian massal tersebut mulai meletus sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Peristiwa ini terjadi di dalam penjara Culiacan, ibu kota negara bagian Sinaloa. Penjara tersebut diketahui menampung banyak narapidana yang merupakan anggota dari Kartel Sinaloa.
Kementerian Keamanan Negara Bagian Sinaloa menyatakan kerusuhan saat ini telah berhasil dikendalikan petugas. Meski situasi sudah kondusif, pihak berwenang mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sementara seluruh jadwal kunjungan keluarga bagi para warga binaan.
Sejauh ini, pihak otoritas terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai pemicu utama yang menyebabkan ledakan kekerasan di dalam lapas tersebut. Pascabentrokan, kepolisian negara bagian bersama dengan kepolisian federal langsung melakukan penggeledahan secara menyeluruh di setiap sudut penjara.
Sebagai informasi, faksi-faksi yang bertikai di dalam penjara ini merupakan kelompok yang setia kepada dua pendiri Kartel Sinaloa, yakni Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ismael “El Mayo” Zambada. Kedua gembong narkoba tersebut saat ini tengah mendekam di penjara Amerika Serikat.
Perang saudara yang berkecamuk di antara kedua kubu tersebut dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.000 korban jiwa sejak tahun 2024. Kasus ini pun menambah panjang catatan buruk sistem pemasyarakatan di Meksiko, di mana penjara-penjaranya terkenal sangat padat dan kerap menjadi arena pertempuran maut antargeng kriminal. (AFP/Z-2)
