Wednesday, September 23

6 Tanda Peradangan Kronis yang Mengejutkan dan Cara Mengatasinya


Kenali tanda peradangan kronis seperti gusi berdarah hingga mudah marah, serta cara mengatasinya.(Dok. Magnific)

PERADANGAN kronis sering kali menjadi “pembunuh senyap” yang memicu berbagai penyakit serius, mulai dari kerusakan sel hingga kanker. Berbeda dengan peradangan akut yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh jangka pendek, peradangan kronis dapat bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa disadari.

Profesor Clare Bryant dari Universitas Cambridge menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih rentan terhadap ketidakseimbangan. Namun, kabar baiknya, perubahan gaya hidup dapat menekan peradangan ini hanya dalam waktu dua bulan.

Berikut adalah enam tanda mengejutkan peradangan kronis dan langkah untuk mengalahkannya:

1. Mudah Marah dan Argumentatif

Penelitian dari Universitas Birmingham menunjukkan adanya hubungan dua arah antara suasana hati yang buruk dan peradangan. Molekul inflamasi dalam darah dapat mengaktifkan respons stres di otak, membuat seseorang lebih mudah meledak. Sebaliknya, stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang memicu peradangan.

Solusi: Tingkatkan sosialisasi dengan orang-orang yang menyenangkan atau lakukan sesi psikoterapi untuk memutus lingkaran setan stres-inflamasi.

2. Gusi Berdarah

Gusi berdarah adalah indikator utama peradangan aktif. Jika dibiarkan, peradangan lokal ini dapat menyebar secara sistemik dan meningkatkan risiko penyakit seperti rheumatoid arthritis hingga penurunan kognitif.

Solusi: Gunakan sikat gigi elektrik dan lakukan flossing setiap hari untuk mencegah penumpukan plak.

3. Kenaikan Berat Badan Tiba-tiba

Molekul inflamasi dapat mengganggu hormon pengatur lapar seperti insulin dan leptin. Hal ini memicu rasa lapar berlebih dan meningkatkan penyimpanan lemak tubuh.

Solusi: Lakukan jalan cepat atau jogging selama 20 menit setiap hari. Aktivitas fisik memicu produksi sel T pengatur yang bersifat anti-inflamasi.

4. Mata dan Mulut Kering

Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan autoimun seperti sindrom Sjögren, di mana sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif menyerang kelenjar penghasil kelembapan.

Solusi: Konsumsi suplemen kurkumin (kunyit) yang dikombinasikan dengan piperin (lada hitam) untuk menghambat jalur peradangan dalam sel.

5. Kulit Menjadi Transparan

Peradangan kronis dapat mendegradasi kolagen dan elastin, protein yang menjaga kekencangan kulit. Akibatnya, kulit menipis dan pembuluh darah menjadi lebih terlihat.

Solusi: Terapkan diet Mediterania yang kaya akan minyak zaitun extra virgin. Kandungan asam oleat dan oleocanthal di dalamnya efektif menekan peradangan.

6. Nyeri Otot dan Sendi

Rasa nyeri yang muncul saat bangun pagi sering kali disebabkan oleh konsentrasi protein inflamasi pada jaringan otot dan persendian.

Solusi: Pastikan tidur selama 7-9 jam secara konsisten. Mengonsumsi buah kiwi atau ceri sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat dan memulihkan fungsi sel kekebalan tubuh. (Telegraph/Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *