
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan perubahan pengurus. Susunan direksi tidak mengalami perubahan, tapi susunan dewan komisaris mengalami perubahan.
Sekretaris Perusahaan PLN menyampaikan pengurus PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memberitahukan kepada para pemegang efek adanya perubahan pengurus.
Susunan direksi tidak mengalami perubahan. Direksi terdiri dari Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto selaku Wakil Direktur Utama PLN. Adapun Nurlely Aman, Sulistyo Biantoro, Rakhmad Dewanto Haris J, Suroso Isnandar, Edwin Nugraha Putra, M. Fahrur Rozy, Denny Triyanto, Daniel Karmel Fernando Tampubolon, Rizal Calvary Marimbo, dan Arsyadany G, Akmalaputri menjabat direktur.
Perubahan dilakukan pada pada Dewan Komisaris. Wakil Komisaris Utama PLN yang sebelumnya diisi Suahasil Nazara kosong. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris terbaru adalah Burhanuddin Abdullah selaku Komisaris Utama PLN. Ahmad Erani Yustika dan Aminuddin Ma’ruf menajabt Komisaris PLN. Adapun Komisaris Independen PLN diisi oleh Jismal P Hutajulu, Mutanto Juwono, Andi Arief, Yazid Fanani, Ali Masykur Musa, dan Bambang Eko Suhariyanto.
Suahasil adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026. Ia menjadi Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebagaimana peraturan yang berlaku, seorang menteri dilarang untuk memiliki rangkap jabatan. Menteri dilarang rangkap jabatan sebagai komisaris atau direksi pada perusahaan negara atau perusahaan swasta atau pimpinan organisasi yang dibiayai dari anggaran pendapat belanja negara dan/atau anggaran pendapatan belanja daerah.
Sebelum diangkat menjadi Menteri Keuanga, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan pada periode 2019–2024 (Kabinet Indonesia Maju) dan berlanjut pada periode 2024–2026 (Kabinet Merah Putih).
