
WAKIL Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta seluruh petugas haji Indonesia meningkatkan kesiapan dalam menyambut kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Madinah setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Muzdalifah dan Mina itu menguras energi luar biasa. Karena itu petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah,” kata Wamenhaj dalam keterangannya, Minggu (7/6).
Ia menjelaskan, kondisi jemaah haji gelombang kedua berbeda dibandingkan gelombang pertama. Jika sebelumnya jemaah sempat beristirahat di Madinah sebelum menjalani puncak haji, maka jemaah gelombang kedua justru tiba setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah utama.
“Jemaah gelombang kedua datang dalam kondisi yang lebih lelah. Karena itu seluruh layanan harus benar-benar siap dan responsif,” ujarnya.
Selain itu, Dahnil juga mengingatkan para jemaah agar memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di Madinah. Ia menilai tradisi Arbain yang biasa dijalankan jemaah Indonesia berpotensi menambah kelelahan apabila tidak dibarengi pengaturan stamina yang baik.
“Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri, apalagi cuaca di Madinah saat ini cukup panas,” ucapnya.
Kepada petugas kesehatan, Wamenhaj meminta pelayanan dilakukan secara cepat dan tanggap. Ia menegaskan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan seluruh klinik sektor harus tetap siaga penuh untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan jemaah.
“Prinsipnya adalah fast response. Setiap laporan harus segera ditindaklanjuti dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Tidak hanya layanan kesehatan, Dahnil juga meminta pengawasan terhadap layanan konsumsi diperketat. Menurutnya, kecukupan gizi menjadi faktor penting untuk menjaga kebugaran jemaah setelah menjalani puncak ibadah haji.
Menjelang berakhirnya operasional haji, ia mengingatkan seluruh petugas agar tidak mengendurkan pelayanan. Dahnil menegaskan tugas pelayanan haji masih harus dijalankan secara optimal hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia. “Haji belum selesai. Justru pada fase ini pelayanan harus semakin optimal karena jemaah membutuhkan perhatian lebih besar setelah melewati puncak ibadah haji,” pungkasnya. (H-4)
