
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan soal Pulau Sampah akibat penumpukan sampah di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, kini telah berhasil dibersihkan. Operasi pembersihan intensif yang melibatkan ratusan petugas tersebut memakan waktu selama tiga setengah hari.
Pramono menjelaskan bahwa wilayah muara dan pesisir Jakarta secara geografis memang menjadi titik temu aliran sungai yang rawan mengalami sedimentasi serta penumpukan sampah kiriman.
“Jadi, yang di pesisir Muara Angke dalam waktu 3,5 hari kemarin sudah kita bersihkan. Memang muara itu selalu menjadi tempat sedimentasi dari sampah-sampah yang ada,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Pramono menyatakan telah memberikan instruksi khusus kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk melakukan pengawasan dan pembersihan secara berkala tanpa harus menunggu sampah menumpuk kembali.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran terkait untuk secara rutin dibersihkan. Jadi, tidak seperti yang kemarin terjadi penumpukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pramono mengakui bahwa secara teknis, aliran sampah ke arah pesisir merupakan tantangan struktural yang sulit dihindari selama perilaku membuang sampah di aliran sungai hulu belum sepenuhnya berubah. Oleh karena itu, kunci utama penanganan saat ini bertumpu pada manajemen pembersihan yang responsif dan terjadwal.
“Problem utamanya memang tidak bisa dihindari, itu pasti akan terjadi penumpukan sampah di sana. Maka dengan demikian, secara rutin harus dibersihkan dan sekarang situasinya sudah bersih,” pungkasnya. (H-4)
