Wednesday, September 30

Tesla Model 3 Genap Berusia 10 Tahun, Ini Sejumlah Fitur Prototipe yang Tak Pernah Masuk Versi Produksi


Di balik kesuksesan Tesla Model 3, sejumlah fitur futuristis yang sempat dipamerkan pada prototipe awal ternyata tidak pernah hadir di versi produksi massal.(Not a Tesla App)

SATU dekade setelah pertama kali diperkenalkan ke publik, Tesla Model 3 tetap dikenang sebagai salah satu mobil listrik paling berpengaruh dalam sejarah industri otomotif. Kendaraan ini tidak hanya membantu mempopulerkan mobil listrik di pasar massal, tetapi juga mendorong perubahan besar dalam cara produsen mobil mengembangkan perangkat lunak, sistem keselamatan, dan pembaruan kendaraan melalui internet.

Namun di balik kesuksesan tersebut, ternyata ada sejumlah fitur menarik yang sempat diperlihatkan pada prototipe awal Model 3 tetapi tidak pernah hadir pada versi produksi massal.

Saat Tesla memperkenalkan Model 3 pada 31 Maret 2016, perusahaan menampilkan visi sebuah sedan listrik terjangkau yang akan menjadi kendaraan masa depan. Akan tetapi, ketika mobil tersebut akhirnya diproduksi dan dikirim ke pelanggan, beberapa elemen desain harus dihilangkan demi menyederhanakan proses manufaktur dan menekan biaya produksi.

Gagang Pintu Otomatis yang Hilang

Salah satu perbedaan paling mencolok terdapat pada bagian eksterior.

Prototipe Model 3 menggunakan gagang pintu otomatis yang dapat keluar secara elektrik saat pemilik kendaraan mendekat, mirip seperti yang digunakan pada Model S. Namun fitur tersebut tidak pernah masuk ke versi produksi.

Sebagai gantinya, Tesla memilih desain gagang pintu yang lebih sederhana dan murah untuk diproduksi, yaitu model rata dengan mekanisme tekan-putar yang masih digunakan pada Model 3 hingga saat ini. Keputusan tersebut diambil untuk membantu Tesla mencapai target harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Interior Putih yang Lebih Futuristis

Di bagian kabin, desain awal Model 3 juga terlihat berbeda dibandingkan versi yang akhirnya dijual ke pasar.

Prototipe menampilkan interior serba putih dengan nuansa minimalis yang jauh lebih dominan. Panel pintu, trim interior, hingga beberapa bagian kabin lainnya menggunakan warna putih terang yang memberikan kesan futuristis.

Sementara itu, versi produksi menggunakan kombinasi warna yang lebih sederhana dan praktis agar lebih mudah diproduksi dalam jumlah besar.

Bagian konsol tengah juga mengalami perubahan. Pada prototipe awal, Tesla menampilkan desain konsol tertutup dengan penutup khusus untuk area cup holder. Konsep tersebut akhirnya tidak digunakan pada Model 3 produksi, meski belakangan desain serupa kembali muncul pada beberapa kendaraan Tesla generasi terbaru.

Setir Tanpa Tombol Gulir

Fitur unik lain yang sempat muncul pada tahap prototipe adalah desain roda kemudi yang sangat sederhana.

Jika Model 3 saat ini menggunakan dua tombol gulir multifungsi di sisi kiri dan kanan setir, prototipe awal justru tidak memiliki tombol tersebut. Tesla sempat menampilkan setir dengan desain polos dan minimalis sebelum akhirnya mengubahnya untuk alasan fungsionalitas.

Tampilan Layar yang Sangat Berbeda

Bukan hanya desain fisik yang berubah, perangkat lunak Tesla juga mengalami transformasi besar sebelum Model 3 resmi dipasarkan. Antarmuka pengguna atau user interface (UI) pada prototipe awal memiliki tampilan yang jauh berbeda dari yang dikenal pengguna saat ini. 

Pada versi konsep, hampir seluruh layar digunakan untuk menampilkan peta navigasi. Speedometer ditempatkan di bagian atas peta, sementara pemutar musik berada dalam panel vertikal di sisi kanan layar.

Desain tersebut mengingatkan pada antarmuka yang digunakan pada Model S dan Model X generasi awal. Ketika Model 3 mulai dikirim ke pelanggan, Tesla melakukan perombakan besar. Perusahaan menambahkan visualisasi kendaraan di sisi kiri layar, memindahkan peta ke bagian kanan, serta menata ulang berbagai elemen agar lebih mudah digunakan saat berkendara.

Masa Depan Model 3

Sepuluh tahun setelah debutnya, posisi Model 3 dalam jajaran produk Tesla juga mengalami perubahan. Setelah Tesla menghentikan pemesanan Model S dan Model X di sejumlah pasar, fokus perusahaan kini semakin tertuju pada Model 3 dan Model Y sebagai tulang punggung bisnis kendaraan penumpangnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah petinggi Tesla juga mengisyaratkan kemungkinan hadirnya versi performa tinggi baru dari Model 3. Wakil Presiden Teknik Tesla, Lars Moravy, bahkan sempat menyinggung peluang lahirnya Model 3 Plaid dengan konfigurasi tiga motor listrik.

Selain peningkatan performa, pembaruan desain yang terinspirasi dari robotaxi Cybercab juga disebut-sebut sedang dipertimbangkan untuk model-model Tesla di masa depan.

Meski begitu, prototipe Model 3 yang diperkenalkan pada 2016 tetap menjadi pengingat menarik tentang bagaimana sebuah kendaraan revolusioner berkembang dari konsep awal hingga menjadi salah satu mobil listrik paling sukses di dunia. (Not a Tesla App/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *