
SEBANYAK satu ton garam ditabur di langit Kabupaten Aceh Barat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah di Meulaboh, Kamis (11/6) menjelaskan operasi modifikasi cuaca masih terus dilakukan memadamkan karhutla di Aceh.
Dalam operasi terbaru (Sortie 1), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng maskapai PT Semuwa Aviasi Mandiri dengan mengerahkan pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan EX bermanifesto PK-JVH.
Pesawat itu lepas landas pukul 14:52 waktu lokal. Setelah mengudara selama kurang lebih dua jam, pesawat mendarat kembali (Actual Time of Arrival/ATA) pada pukul 16:44 LT dan pada pukul 16:49 LT, kemarin (10/6).
Teuku Ronal mengatakan operasi berfokus pada area pemblokiran (blocking area) awan potensial karhutla yakni Kabupaten Aceh Barat hingga Kabupaten Nagan Raya.
Adapun penyemaian garam (NaCl) untuk operasi modifikasi cuaca diharapkan mampu mengendalikan atau mendistribusikan curah hujan lebih merata. Diharapkan risiko bencana banjir atau kekeringan ekstrem di wilayah pantai barat Aceh tersebut bisa diantisipasi. (Ant/H-4)
