
MUSISI peraih sertifikasi multiplatinum, Bebe Rexha, resmi menandai era baru dalam karier musiknya dengan merilis album terbaru bertajuk DIRTY BLOND’ pada Jumat (12/6). Album ini menjadi catatan sejarah penting bagi Bebe karena merupakan karya pertamanya yang dirilis sebagai musisi independen.
Setelah bertahun-tahun berada di bawah naungan label besar, Bebe Rexha kini merayakan kebebasan kreatif sepenuhnya. Melalui kolaborasi strategis dengan EMPIRE sejak awal 2026, ia berhasil memulihkan otonomi artistiknya untuk berkarya tanpa campur tangan pihak luar. Hasilnya adalah sebuah proyek yang jujur, berani, dan tanpa filter.
“Album DIRTY BLONDE menjadi sangat monumental bagiku. Membuat album ini mengingatkanku mengapa aku jatuh cinta dengan musik. Aku memiliki kebebasan untuk mengikuti instingku, mengambil risiko, dan membuat sesuatu yang rasanya benar-benar milikku,” ujar Bebe Rexha dalam keterangan resminya.
Eksplorasi Musikalitas: Dari Techno hingga House
Album ini terdiri dari 13 lagu yang merangkum spektrum emosi Bebe, mulai dari energi lantai dansa yang meledak-ledak hingga momen introspektif yang rapuh. Dibuka dengan Hysteria, yang kental dengan nuansa techno, Bebe langsung menggebrak lewat vokal yang membahana.
Salah satu sorotan utama adalah single New Religion, sebuah kolaborasi dengan grup dance legendaris Inggris, Faithless. Lagu ini mengambil inspirasi dari karya ikonik Insomnia (1995) dan telah mengumpulkan lebih dari 20 juta stream di digital (Spotify) serta mendapatkan sambutan hangat secara global.
| Judul Lagu | Nuansa/Genre | Catatan Khusus |
|---|---|---|
| Hysteria | Techno | Pembuka album dengan energi tinggi. |
| Tokyo | UK Garage | Eksperimen genre yang serba bebas. |
| New Religion | Modern Club | Kolaborasi dengan Faithless. |
| Çike Çike | Funky House | Menunjukkan sisi eksploratif Bebe. |
| Sad Girls | Progressive House | Kolaborasi dengan David Guetta sebagai penutup. |
Sisi Rapuh dan Kejujuran Tanpa Filter
Tidak hanya lagu bertempo cepat, DIRTY BLONDE juga menjadi ruang bagi Bebe untuk menunjukkan kerentanannya. Lagu I Like You Better Than Me dan Nobody’s There menjadi momen paling gelap dan introspektif, saat ia membagikan cerita transparan tentang cinta dan kesepian.
Sebagai penutup, Bebe menggandeng DJ ternama David Guetta dalam lagu Sad Girls. Lagu ini menjadi anthem bagi mereka yang mampu mengubah rasa sakit menjadi kekuatan di lantai dansa.
“Ini adalah momen kita mengakui rasa sakit kita dan memilih untuk tetap berdansa,” tambah Bebe.
Dengan rilisnya DIRTY BLONDE, Bebe Rexha membuktikan bahwa kebebasan kreatif adalah kebutuhan mutlak bagi seorang seniman. Tiga belas lagu dalam album ini hadir tanpa kompromi, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu hitmaker paling berpengaruh di industri musik global saat ini. (Z-1)
