Tuesday, September 29

Commodore Luncurkan Ponsel Lipat yang Blokir Media Sosial dan Email


Commodore Callback 8020 hadir sebagai ponsel lipat retro yang memblokir media sosial, browser, dan email untuk membantu pengguna mengurangi kecanduan digital.(Comodor)

MEREK teknologi legendaris Commodore kembali meramaikan pasar ponsel dengan pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih bersaing langsung dengan raksasa industri seperti Apple dan Samsung, Commodore memperkenalkan Callback 8020, sebuah ponsel lipat bergaya retro yang secara sengaja memblokir akses ke media sosial.

Perangkat ini dipromosikan sebagai solusi bagi pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap dunia digital dan kebiasaan doomscrolling yang semakin marak. Commodore bahkan menyebut Callback 8020 sebagai “pelarian dari teknologi ala Black Mirror.”

Media Sosial Diblokir di Tingkat Sistem

Keunikan utama Callback 8020 terletak pada teknologi pemblokiran yang diklaim masih dalam proses pengajuan paten. Sistem tersebut memungkinkan ponsel memblokir aplikasi media sosial, browser internet, dan klien email langsung dari tingkat sistem operasi.

Meski demikian, pengguna tetap dapat mengakses sejumlah aplikasi penting seperti WhatsApp, Maps, dan Spotify.

Ponsel ini menjalankan Sailfish OS, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh perusahaan Finlandia, Jolla, yang didirikan mantan tim Nokia. Menurut Commodore, sistem operasi tersebut menawarkan pengalaman yang bebas dari layanan Google sekaligus kompatibel dengan lebih dari 99% aplikasi Android melalui lapisan kompatibilitas khusus.

Commodore juga menyatakan bahwa mereka mendukung pemasangan aplikasi dari sumber eksternal (sideloading). Namun, perusahaan tetap memblokir aplikasi yang dianggap mendorong kebiasaan konsumsi konten tanpa henti di media sosial.

Bahkan jika pengguna berhasil memasang aplikasi yang diblokir, akses ke server aplikasi tersebut tetap akan ditutup melalui sistem penyaringan DNS yang diterapkan pada perangkat.

Fokus pada Privasi Pengguna

Selain membatasi akses media sosial, Commodore menekankan aspek privasi sebagai salah satu nilai jual utama Callback 8020. Perusahaan mengklaim tidak akan mengumpulkan data pengguna tanpa persetujuan, tidak menjual data pribadi, tidak menggunakan pelacakan berbasis cookie, dan tidak memonitor aktivitas penggunaan perangkat.

Meski tidak memiliki browser internet, ponsel ini tetap dapat terhubung ke internet untuk kebutuhan tertentu seperti navigasi, pemindaian kode QR, dan layanan pesan instan.

Tetap Mendukung WhatsApp dan Signal

Meski menolak media sosial, Callback 8020 tetap dirancang untuk mendukung komunikasi sehari-hari. Pengguna dapat menggunakan layanan pesan instan seperti WhatsApp dan Signal. Commodore bahkan mengklaim perangkat ini dapat terhubung dengan iMessage melalui integrasi tertentu dengan komputer Mac, meski kemampuan tersebut masih menimbulkan tanda tanya.

Sebagai pengganti notifikasi modern yang muncul di layar, ponsel ini menggunakan lampu LED berbentuk kubah untuk memberi tahu pengguna ketika ada pesan baru. Perangkat ini juga dibekali sistem teks prediktif ala ponsel era 2000-an yang menjadi ciri khas telepon seluler generasi awal.

Spesifikasi dan Fitur Retro 

Callback 8020 hadir dengan layar utama IPS berukuran 3,25 inci dan layar sekunder 1,77 inci di bagian luar perangkat.

Ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Helio G81, dipadukan dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Commodore juga menyertakan kartu microSD 32 GB yang telah berisi koleksi musik bawaan, sementara kapasitas penyimpanan dapat diperluas hingga 256 GB.

Untuk fotografi, tersedia kamera belakang 48 MP lengkap dengan lampu kilat serta kamera depan dengan fitur autofocus.

Perangkat mendukung Wi-Fi, Bluetooth, GPS, dan pengisian daya melalui USB-C. Baterai berkapasitas 1.550 mAh serta panel penutup perangkat juga dapat diganti pengguna.

Harga dan Ketersediaan

Commodore Callback 8020 dijadwalkan mulai dipasarkan pada akhir 2026 dengan harga mulai dari US$500 atau sekitar Rp8,1 juta (kurs Rp16.300 per dolar AS).

Perangkat ini akan tersedia dalam pilihan warna Basic Beige, ProtoPET White, dan SX Silver.

Selain itu, Commodore juga menawarkan edisi transparan Starlight seharga US$550 (sekitar Rp8,9 juta) dan edisi Founders berlapis emas PVD dengan tombol “C+” berlapis emas 24 karat yang dibanderol US$640 atau sekitar Rp10,4 juta.

Pemesanan awal akan segera dibuka, sementara pengiriman kepada konsumen ditargetkan mulai kuartal keempat 2026. (engadget/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *