Saturday, September 26

Terapi Regeneratif Makin Dilirik, Digunakan untuk Estetika hingga Cedera Sendi


Brawijaya Hospital resmi meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center, pusat layanan terapi regeneratif yang menghadirkan layanan untuk bidang estetika, bedah plastik, dan orthopedi di seluruh jaringan rumah sakit Brawijaya Hospital.(Dok. Brawijaya Hospital)

PEMANFAATAN terapi stem cell di dunia medis terus berkembang. Jika sebelumnya lebih banyak dikenal untuk kebutuhan riset maupun peremajaan kulit, terapi regeneratif berbasis sel hidup kini semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu penanganan berbagai kondisi, mulai dari cedera sendi dan jaringan, gangguan muskuloskeletal, hingga tindakan estetika yang berfokus pada regenerasi alami tubuh. Perkembangan tersebut membuka peluang baru dalam penanganan pasien melalui pendekatan yang lebih minim invasif. 

Di bidang orthopedi, misalnya, terapi stem cell mulai dimanfaatkan untuk membantu pemulihan cedera yang selama ini kerap memerlukan tindakan pembedahan besar.

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Hip & Knee Brawijaya Hospital, Auliya Akbar, mengatakan stem cell beserta turunannya memiliki kemampuan merangsang regenerasi sekaligus membantu pemulihan sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.

“Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit. Aplikasinya luas, mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi (misalnya pada lutut), ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera maupun robek,” ujar Auliya.

Ia menambahkan, pemanfaatan stem cell di bidang orthopedi dan traumatologi juga telah memiliki standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sehingga dapat dilakukan secara aman, efektif, dan terukur bagi masyarakat.

Tak hanya untuk penanganan gangguan muskuloskeletal, pemanfaatan stem cell juga semakin berkembang pada bidang estetika dan bedah plastik. Terapi ini digunakan untuk membantu proses regenerasi jaringan sehingga mendukung berbagai tindakan, mulai dari peremajaan wajah (face rejuvenation), penanganan alopecia atau kebotakan, penyempurnaan kontur wajah (face contouring), hingga sebagai terapi pendukung pada penyembuhan luka bakar dan luka kronis.

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika Brawijaya Hospital, Tasya Anggrahita, menjelaskan terapi berbasis stem cell bekerja dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan sejumlah terapi estetika lainnya.

“Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan,” kata Tasya.

Meski menawarkan berbagai potensi manfaat, para dokter menegaskan bahwa terapi stem cell bukanlah tindakan yang dapat diberikan kepada semua pasien. Keamanan tetap menjadi prioritas utama melalui proses seleksi yang ketat sebelum terapi dilakukan.

Dokter Konselor Stem Cell Brawijaya Hospital, Venty Muliana Sari Soeroso, mengatakan setiap pasien wajib menjalani evaluasi medis secara menyeluruh melalui metode Strict Patient Selection untuk memastikan terapi benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Dalam setiap terapi stem cell, hal yang paling utama adalah keamanan pasien. Setiap pasien menjalani evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, seluruh proses dilakukan secara hati-hati, mengikuti standar medis yang berlaku, dan menggunakan produk dari laboratorium bersertifikat CPOB,” ujarnya.

Selain proses seleksi pasien, kualitas material sel juga dijaga melalui kerja sama dengan Laboratorium Regenic yang telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Seluruh tindakan dilakukan di lingkungan rumah sakit oleh tim dokter yang telah tersertifikasi dan berpengalaman.

Melihat semakin luasnya pemanfaatan terapi regeneratif tersebut, Brawijaya Hospital resmi meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center, pusat layanan terapi regeneratif yang menghadirkan layanan untuk bidang estetika, bedah plastik, dan orthopedi di seluruh jaringan rumah sakit Brawijaya Hospital. Selain stem cell, pusat layanan ini juga menghadirkan terapi secretome, yaitu zat aktif yang dihasilkan stem cell yang mengandung berbagai growth factor untuk mendukung proses regenerasi dan pemulihan jaringan tubuh.

Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group Devin Wirawan mengatakan peluncuran pusat layanan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi terapi regeneratif yang dapat diakses masyarakat Indonesia.

“Kami mengintegrasikan teknologi regeneratif tercanggih dengan satu misi: meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler. Didukung tim ahli tersertifikasi dan standar keamanan yang ketat, kami berkomitmen menjadi pusat keunggulan medis berstandar global bagi setiap pasien,” ujar Devin.

Melalui pusat layanan tersebut, Brawijaya Hospital berharap pemanfaatan terapi regeneratif tidak hanya memperluas pilihan terapi bagi pasien, tetapi juga mendorong penerapan teknologi kedokteran berbasis bukti ilmiah yang mengedepankan keamanan, kualitas layanan, serta peningkatan kualitas hidup pasien. (E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *