Saturday, September 26

Mantan Gelandang Spurs Rafael van der Vaart Minta Maaf usai Sebut Pemain Jepang Semua Terlihat Mirip


Pengamat sepak bola Rafael van der Vaart meminta maaf usai melontarkan komentar kontroversial yang dinilai rasis terhadap para pemain Timnas Jepang.(Media Sosial X)

MANTAN gelandang Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Langkah ini diambil setelah dirinya menuai kecaman akibat menyebut para pemain Timnas Jepang “semua terlihat mirip” dalam sebuah siaran langsung televisi.

Insiden tersebut terjadi saat Van der Vaart bertugas sebagai komentator untuk stasiun penyiaran Belanda, NOS TV. Pria berusia 43 tahun itu sedang menganalisis gol penyeimbang Jepang dalam laga yang berakhir imbang 2-2 melawan Belanda. Gol tersebut tercipta setelah bek Belanda, Micky van de Ven, gagal mengawal pergerakan pemain Jepang, Koki Ogawa.

“Mereka semua terlihat mirip, tentu saja, mungkin dia (Van de Ven) berpikir demikian,” ujar mantan pemain internasional Belanda itu saat mengomentari lini pertahanan Van de Ven.

Komentar tersebut langsung memicu gelombang kritik. Sadar akan dampak dari pernyataannya, mantan pemain yang mengantongi 109 caps bersama Timnas Belanda dan tampil di final Piala Dunia 2010 itu segera merilis pernyataan maaf resmi.

“Sama sekali bukan niat saya untuk menyinggung, menyakiti, atau mendiskriminasi siapa pun. Saya menentang rasisme dalam segala bentuknya dan menghormati orang-orang dari setiap latar belakang, etnis, dan budaya,” kata Van der Vaart.

Ia menambahkan, “Saya paham bahwa beberapa orang mungkin merasa kata-kata saya menyinggung atau menyakitkan. Saya dengan tulus menyesali hal itu. Jika komentar saya telah menyebabkan rasa sakit atau kekecewaan, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Itu tidak pernah menjadi niat saya.”

Kendati telah meminta maaf, kecaman tetap datang dari organisasi antipandangan minoritas. Badan amal antidiskriminasi Kick It Out mengkritik keras Van der Vaart dan mendesak lembaga penyiaran untuk lebih selektif serta berhati-hati.

Dalam pernyataan bersama antara Kick It Out dan Frank Soo Foundation, sebuah yayasan yang mendukung komunitas Asia Timur dan Tenggara, mereka menyatakan kekecewaannya yang mendalam.

“Sangat mengecewakan mendengar mantan pemain melontarkan hinaan rasis tentang tim Jepang dan kemudian memperparah situasinya dengan mencoba membela komentar tersebut sebagai sebuah lelucon,” bunyi pernyataan bersama tersebut.

“Bahkan jika dia mengeklaim tidak ada niat rasis dalam apa yang dikatakannya, komentar tersebut tetap dapat memberikan dampak bagi mereka yang terlibat, serta komunitas Asia Timur dan Tenggara yang lebih luas, seperti yang telah kita lihat pada contoh-contoh sebelumnya yang ditujukan kepada para pemain.”

Mereka juga mengingatkan bahwa Piala Dunia menarik perhatian penonton televisi global dalam skala besar. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pengisi acara untuk menjaga tutur kata mereka, dan lembaga penyiaran harus bertanggung jawab penuh atas siapa saja yang tampil di program mereka, baik melalui edukasi maupun pelatihan tambahan. (BBC/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *