Friday, September 25

Waspada Obesitas pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal Kronik


Ilustrasi obesitas pada anak.(Dok. Magnific)

PERUBAHAN gaya hidup dan tingginya konsumsi makanan berkadar garam atau natrium kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak. Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi Rumah Sakit Pondok Indah, Henny Adriani Puspitasari, memperingatkan bahwa kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan risiko gangguan ginjal pada anak melalui jalur obesitas.

“Kita lihat bahwa adanya pergeseran gaya hidup, terutama makanan-makanan yang mengandung asupan natrium tinggi, itu menyebabkan banyaknya anak-anak yang mengalami obesitas,” ujar dr. Henny dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Hubungan Obesitas, Hipertensi, dan Ginjal

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa konsumsi natrium berlebih memicu obesitas, yang kemudian menjadi pintu masuk bagi hipertensi. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi faktor utama pemicu penyakit ginjal kronik pada usia muda.

Menurutnya, obesitas memaksa organ tubuh, termasuk ginjal, untuk bekerja ekstra keras. Beban kerja yang berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak fungsi filtrasi ginjal secara permanen.

Anggapan bahwa penyakit ginjal hanya menyerang orang dewasa sudah tidak relevan. Praktik klinis saat ini menunjukkan peningkatan kasus gangguan ginjal pada pasien anak-anak.

Faktor Risiko Prematuritas

Selain pola makan, dr. Henny yang juga anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti faktor prenatal dan neonatal. Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko lebih tinggi karena proses pembentukan ginjal yang belum sempurna.

“Ginjal mulai terbentuk sejak usia kehamilan delapan minggu hingga sekitar 36 minggu. Kalau bayi lahir prematur, berarti fungsi ginjalnya belum selesai pembentukannya,” jelasnya. Anak dengan riwayat ini memerlukan pemantauan kesehatan yang jauh lebih ketat.

Langkah Pencegahan bagi Orangtua

Untuk melindungi fungsi ginjal anak hingga dewasa, dr. Henny memberikan beberapa rekomendasi praktis bagi orangtua:

  • Batasi Natrium: Kurangi konsumsi garam dan makanan olahan yang mengandung natrium tinggi.
  • Pola Makan Sehat: Biasakan anak mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.
  • Aktivitas Fisik: Dorong anak untuk aktif bergerak guna menjaga berat badan ideal.
  • Deteksi Dini: Lakukan pemeriksaan rutin, terutama jika anak memiliki faktor risiko seperti obesitas atau riwayat lahir prematur.

“Pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat menjadi langkah krusial untuk melindungi masa depan anak dari ancaman penyakit metabolik dan kerusakan ginjal,” pungkasnya. (Ant/H-3)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *