Thursday, September 24

Menteri PPPA Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru bagi Anak Kurang Mampu


Foto udara pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jambi di Geragai, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (9/6/2026).(ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN )

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan pentingnya keberadaan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya, Kamis (18/6).

Dalam kunjungannya, Menteri PPPA menilai program Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen negara untuk memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan yang layak. Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana hak-hak dasar anak dipenuhi sejak dini.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama untuk masa depan anak-anak Indonesia. Pemimpin bangsa di masa depan sangat tergantung pada bagaimana kita memperlakukan dan memenuhi hak-hak mereka hari ini. Jika pemenuhan gizi tidak terpenuhi, mereka tidak akan mampu bersaing. Begitu pula jika kesehatan dan pendidikannya tidak diperhatikan, bagaimana mungkin mereka bisa berprestasi dan belajar dengan tenang? Oleh karena itu, Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi emas yang unggul dan berkualitas,” kata Menteri PPPA.

Selain meninjau fasilitas pendidikan, Arifah Fauzi juga berdialog langsung dengan para siswa. Ia memberikan motivasi agar para pelajar tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan dan memanfaatkan kesempatan belajar yang telah diberikan pemerintah.

“Kalian memiliki kesempatan yang luar biasa untuk tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Manfaatkan fasilitas pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya, Dika Restu Rohmana, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Ia menilai Sekolah Rakyat memberikan manfaat besar bagi anak-anak dari kelompok kesejahteraan desil 1 dan 2, termasuk mereka yang berisiko putus sekolah.

Menurut Dika, program ini hadir untuk membuka kembali kesempatan belajar bagi anak-anak yang menghadapi berbagai keterbatasan sosial maupun ekonomi.

“Sekolah Rakyat ini hadir untuk merangkul dan memuliakan anak-anak dari desil 1 dan 2. Mulai dari mereka yang kondisi huniannya belum layak, anak dengan orang tua yang berpisah, hingga anak-anak yang menjadi korban perundungan. Di sini, seluruh siswa disetarakan untuk cerdas bersama. Melalui program ini, mereka yang tadinya kesulitan mengakses pendidikan kini bisa kembali merajut cita-cita, sejalan dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” tutur Dika.

Sebelum mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 41, Menteri PPPA juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SDN Hegarsari. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi, higienitas, dan tepat sasaran guna mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.

Peninjauan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kementerian PPPA dalam mengawal pemenuhan hak-hak dasar anak, khususnya di lingkungan pendidikan dasar.(H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *