
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan situasi mengkhawatirkan terkait penyebaran wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo. Sebanyak 75 tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garis depan penanggulangan wabah terkonfirmasi terinfeksi virus mematikan tersebut, dengan 17 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Plt. Direktur Pelaksana WHO untuk Tanggap Darurat di Wilayah Afrika, Dr. Marie-Roseline Belizaire, mengungkapkan bahwa nakes merupakan kelompok yang paling rentan dalam krisis ini. Berdasarkan data terbaru, tingkat fatalitas di kalangan petugas medis yang terinfeksi mencapai 20,46 persen.
“Saat awal terjadi wabah, tenaga kesehatan akan menjadi yang pertama terinfeksi. Sejauh ini, kami mencatat 75 petugas kesehatan yang terinfeksi Ebola saat menjalankan tugasnya,” ujar Belizaire dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat (19/6).
Eskalasi Wabah Ebola di Tiga Provinsi
Meskipun otoritas kesehatan telah memperketat protokol kesehatan masyarakat, penyebaran virus dilaporkan terus meluas secara signifikan. Belizaire menambahkan bahwa penularan yang semakin cepat kini tercatat di 33 zona kesehatan yang tersebar di tiga provinsi di Kongo.
Data dari Kementerian Kesehatan Kongo menunjukkan skala wabah yang kian serius. Hingga saat ini, total kasus terkonfirmasi telah mencapai 896 orang dengan angka kematian menyentuh 232 jiwa. Sementara itu, sebanyak 78 pasien dilaporkan telah pulih dari infeksi.
Pada Mei 2026, WHO telah menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai status darurat. Badan Kesehatan PBB tersebut menilai risiko penyebaran lintas negara di wilayah tersebut tergolong tinggi.
Tantangan Penanggulangan
Kondisi di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi tim medis. Selain risiko infeksi yang tinggi, kecepatan transmisi virus menuntut respons yang lebih masif dan koordinasi lintas batas yang lebih ketat. WHO terus memantau perkembangan situasi ini mengingat risiko penyebaran ke negara tetangga masih dianggap sangat tinggi.
Upaya perlindungan bagi tenaga medis kini menjadi prioritas utama guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan di wilayah terdampak, mengingat peran vital mereka dalam memutus rantai penularan di masyarakat. (Ant/H-3)
