Tuesday, September 29

BNPB Intensifkan Pemadaman Karhutla 5,3 Hektare di Kabupaten Banjar


ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim gabungan terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Hingga saat ini, api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 5,3 hektare area terbuka di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa insiden karhutla terjadi secara simultan di dua desa sejak Sabtu (20/6). Tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk melokalisasi titik api agar tidak meluas ke pemukiman atau area vegetasi lainnya.

“BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan dari berbagai unsur kedaruratan langsung dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pemadaman dan lokalisasi titik api,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (22/6).

Sebaran Titik Api di Dua Kecamatan

Berdasarkan hasil kaji cepat instrumen kebencanaan di lapangan, amukan api membakar vegetasi lahan yang tersebar di dua titik utama, yakni Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Kecamatan Martapura.

Adapun rincian luas area yang terdampak meliputi:

  • Desa Simpang Lima (Kecamatan Cintapuri Darussalam): 2 hektare lahan terdampak.
  • Desa Pesayangan (Kecamatan Martapura): 3,3 hektare lahan terdampak.

Kondisi Mutakhir: Satu Titik Berhasil Dipadamkan

Mengenai perkembangan kondisi di lapangan, Abdul menjelaskan bahwa petugas telah berhasil mengendalikan sebaran api di salah satu lokasi. Lahan di kawasan Desa Simpang Lima dilaporkan sudah padam sepenuhnya setelah upaya pemadaman intensif oleh petugas gabungan.

“Untuk titik api di Desa Simpang Lima berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, untuk lahan di wilayah Desa Pesayangan saat ini masih dalam proses pemadaman dan pendinginan,” tambahnya.

Menyikapi masuknya musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran, BNPB mengimbau otoritas daerah dan masyarakat di Kalimantan Selatan untuk memperkuat pengawasan darurat dan patroli darat. Masyarakat juga diminta dengan tegas untuk menghindari segala bentuk aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar guna mencegah bencana kabut asap dan kerusakan ekosistem lebih lanjut. (Ant/E-3).



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *