
DINAS Perhubungan DKI Jakarta akan menata aktivitas jemput-antar ojek online di sejumlah ruas jalan yang kerap memicu kemacetan. Penataan dilakukan dengan menyiapkan shelter bagi pengemudi di kawasan gedung perkantoran dan titik strategis agar aktivitas naik-turun penumpang tidak lagi menggunakan badan jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan penataan parkir dan peningkatan keselamatan berkendara membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, solusi yang disiapkan harus tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga fungsi jalan.
“Penataan parkir perlu diiringi dengan penyediaan alternatif yang lebih baik bagi para pengemudi sehingga ketertiban di jalan dapat terwujud tanpa mengabaikan kebutuhan mereka dalam melayani masyarakat,” kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat (26/6).
Dishub DKI bersama sejumlah mitra juga akan menyelenggarakan Seminar Safety Driving yang diikuti sekitar 200 pengemudi dari berbagai operator taksi dan ojek online. Kegiatan itu tidak hanya diarahkan untuk memperkuat edukasi keselamatan berkendara, tetapi juga membahas inisiatif penataan parkir di Jakarta.
Sejumlah langkah yang dibahas antara lain penyediaan shelter bagi pengemudi ojek online di kawasan gedung perkantoran. Selain itu, Dishub DKI juga mengkaji relaksasi parkir bersama operator transportasi daring dan pengelola gedung sebagai opsi untuk mendukung aktivitas naik-turun pengemudi dan penumpang tanpa menggunakan badan jalan.
Pada lokasi yang dikelola Dishub DKI, penyediaan shelter juga terus didorong. Salah satu fasilitas yang telah tersedia berada di Terminal Terpadu Pulo Gebang sebagai shelter bagi pengemudi.
Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat diwujudkan melalui penyediaan shelter di kawasan gedung-gedung di Jakarta. Budi menyebut pembahasan lanjutan akan melibatkan pengelola gedung, operator ojek online, serta operator angkutan penumpang.
“Dalam waktu dekat, akan dilakukan pembahasan dengan pihak pengelola gedung juga operator ojek online dan operator angkutan penumpang. Selain itu, juga akan ada peresmian shelter ojek online, yang merupakan hasil inisiasi bersama Grab di Wisma Kosgoro dalam waktu dekat ini,” ungkap Budi.
Budi menegaskan kolaborasi dengan komunitas pengemudi bukan agenda sementara. Langkah itu disebut sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Dengan semangat kolaborasi, kami berharap berbagai solusi yang disiapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagai ruang mobilitas untuk kepentingan masyarakat,” tutup Budi. (Z-10)
