Wednesday, September 30

Prabowo Sebut Risiko AI hingga Potensi Nuklir


Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026)(. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengingatkan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak hanya membawa peluang besar bagi kemajuan manusia, tetapi juga menyimpan risiko yang harus diantisipasi. Karena itu, ia mendorong kalangan akademisi, khususnya para guru besar dan profesor, untuk mendalami perkembangan teknologi tersebut. Hal itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, Minggu (28/6).

Prabowo mengatakan hampir seluruh negara saat ini berlomba mengembangkan AI agar tidak tertinggal dalam persaingan teknologi global. Namun, menurutnya, para pencipta AI sendiri telah memberikan peringatan mengenai potensi dampak negatif teknologi tersebut bagi kehidupan manusia.

“Sekarang AI, Artificial Intelligence, hampir semua negara sekarang mengejar AI. Tidak mau ketinggalan. Tapi bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia,” kata Prabowo.

Ia kemudian menyinggung perkembangan Agent AI, yakni sistem AI yang dirancang bekerja untuk individu, kelompok, korporasi, organisasi, maupun negara. Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah Agent AI terus bertambah dan bahkan disebut telah memiliki ruang komunikasi sendiri menggunakan bahasa kode yang tidak dipahami manusia.

Prabowo juga menggambarkan kemampuan AI yang semakin melampaui manusia di berbagai bidang. Menurutnya, mesin telah mampu mengalahkan juara catur dunia hingga menghasilkan berbagai karya yang luar biasa.

“Konon kabarnya sekarang sudah ada 5 juta Agent AI. Mungkin 5 juta itu 3 minggu lalu. Dan mereka katanya sudah punya chatroom sendiri. Lima juta ini berbicara sendiri dalam bahasa kode mereka sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. Ia menilai tantangannya adalah memastikan teknologi dimanfaatkan untuk kepentingan umat manusia, sebagaimana pemanfaatan energi nuklir yang dapat menjadi berkah sekaligus ancaman.

Menurutnya, nuklir mampu menyediakan energi yang murah dan relatif bersih serta dimanfaatkan untuk bidang kesehatan dan pertanian. Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga dapat menghancurkan peradaban apabila disalahgunakan.

Karena itu, Prabowo berharap kalangan akademisi mengambil peran dalam mengkaji sekaligus mengarahkan perkembangan teknologi agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Jadi saudara-saudara, inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” kata Prabowo.

(H-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *