Tuesday, September 29

Strategi Transfer Bernardo Tavares di Persebaya Tuai Pujian Legenda


ilustrasi(Persebaya)

Langkah strategis pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, dalam menyusun komposisi pemain menjelang kompetisi Liga Indonesia musim 2026-2027 mendapat respons positif. Dua sosok legendaris yang juga mantan pelatih tim berjuluk Bajol Ijo tersebut, Yusuf Ekodono dan Ibnu Graham, memberikan apresiasi tinggi terhadap kejelian Tavares dalam memilih amunisi baru.

Yusuf Ekodono, yang menukangi Persebaya pada tahun 2021, menilai Tavares telah memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan tim meski baru bergabung selama setengah musim. Menurutnya, kualitas pemain yang didatangkan musim ini menunjukkan visi juara yang jelas.

“Baru bergabung dengan Persebaya hanya setengah musim, sekarang Bernardo paham betul siapa pemain yang dibutuhkan Persebaya untuk musim kompetisi nanti,” ujar Yusuf Ekodono.

Kombinasi Lokal dan Asing yang Menjanjikan

Sejumlah nama lokal berkualitas telah dipastikan merapat ke Surabaya. Ramadhan Sananta diplot sebagai ujung tombak utama, didukung oleh pemain muda potensial seperti Syahrul Lasinari di sektor pertahanan, Ricky Pratama di lini serang, serta Dicky Kurniawan sebagai gelandang serang.

Selain pilar lokal, keputusan Tavares mempertahankan legiun asing seperti Francisco Rivera dan Jeferson Silva dianggap sebagai langkah tepat. Yusuf secara khusus menyoroti kemampuan Rivera yang dinilai berada di atas rata-rata pemain liga saat ini.

“Tidak pernah meragukan kemampuan Rivera, dia memiliki kelebihan rata-rata di antara pemain lain. Tidak heran bila Bernardo minta Rivera tetap bertahan di Persebaya,” tambahnya.

Solusi Lini Depan: Sananta Gantikan Petrovic

Senada dengan Yusuf, Ibnu Graham yang pernah melatih Persebaya pada 2027, meyakini bahwa kehadiran Ramadhan Sananta akan menjadi solusi atas tumpulnya lini depan musim lalu. Ia mengkritik performa Mihailo Petrovic yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi karena hanya mampu mengemas lima gol dalam satu musim.

“Persebaya selalu gagal merekrut pemain di posisi depan. Mihailo Petrovic tidak bisa diharapkan, hanya lima gol dalam satu musim. Masuknya Sananta pasti akan mempertajam lini depan Persebaya,” tegas Ibnu.

Ibnu optimistis bahwa di bawah polesan Tavares, Persebaya akan mampu bersaing di papan atas dan sejajar dengan rival utama seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam perburuan gelar juara.

Perburuan Pemain Asing Masih Berlanjut

Manajemen Persebaya menegaskan bahwa aktivitas di bursa transfer belum berakhir. Sekretaris Tim Persebaya, Ram Surahman, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses administrasi empat pemain asing yang sebelumnya merumput di Liga Vietnam, serta satu pemain asal Jerman.

Namun, manajemen memilih untuk merahasiakan identitas para pemain tersebut guna menghindari persaingan harga dari klub lain. “Kalau diumumkan sekarang khawatir dibidik tim lain dengan tawaran kontrak lebih besar. Sengaja kita diamkan dulu sampai proses administrasi tuntas,” jelas Ram.

Dalam persiapan musim ini, manajemen memberikan wewenang penuh kepada Bernardo Tavares untuk menentukan komposisi skuad tanpa intervensi. Target juara menjadi harga mati, mengingat desakan dari suporter Bonek agar Rachmat Irianto dan kawan-kawan kembali mengangkat trofi menjelang perayaan 100 tahun klub.

Sebagai catatan sejarah, sejak peleburan liga amatir dan profesional, Persebaya baru mengoleksi dua gelar juara kasta tertinggi, yakni pada tahun 1997 dan terakhir pada tahun 2024. (E-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *