
Garuda Indonesia menggunakan momentum MotoGP Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika untuk kantongi pendapatan yang lebih tebal.
Garuda Indonesia Group menyiapkan lebih dari 14 ribu kursi penerbangan selama periode 7–12 Oktober 2026 dengan rata-rata penerbangan harian mencapai 7-8 penerbangan per harinya. Adapun 14 ribu kursi penerbangan tersebut terdiri atas 6.384 kursi Garuda Indonesia dan 7.740 kursi Citilink.
Penguatan kapasitas tersebut didukung melalui pengoperasian 26 penerbangan tambahan oleh Garuda Indonesia dan Citilink pada sejumlah rute menuju Lombok, termasuk Jakarta–Lombok pp dan Surabaya–Lombok pp. Garuda Indonesia juga meningkatkan kapasitas pada empat penerbangan melalui pengoperasian Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan bahwa MotoGP Mandalika telah berkembang menjadi salah satu momentum sport tourism terbesar di Indonesia yang secara konsisten mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan dari dan menuju Lombok.
“Dalam konteks industri penerbangan, momentum MotoGP kini menjadi salah satu recurring peak traffic period yang perlu diantisipasi secara terencana, sebagaimana periode Hari Raya, libur akhir tahun, maupun peak season tahunan lainnya. Karena itu, kesiapan kapasitas dan konektivitas udara menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan demand dapat dilayani secara optimal,” kata Glenny dalam keterangannya.
Menurut Glenny, karakter sport tourism juga menciptakan multiplier effect yang lebih luas karena pergerakan wisatawan tidak hanya berpusat pada lokasi penyelenggaraan event, tetapi turut mendorong aktivitas pada sektor hospitality, transportasi, kuliner, UMKM, serta destinasi wisata lainnya.
“Ekosistem aviasi dan pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat. Ketika sebuah event internasional mampu menciptakan demand yang kuat dan berulang, konektivitas udara memiliki peran strategis dalam memastikan pergerakan wisatawan terdistribusi dengan baik sekaligus memperluas dampak ekonominya bagi daerah,” kata Glenny.
“Bagi Garuda Indonesia Group, konektivitas bukan hanya mengenai membawa penumpang menuju sebuah destinasi, tetapi bagaimana aksesibilitas tersebut dapat mendorong pergerakan ekonomi yang lebih luas. Momentum MotoGP menunjukkan bagaimana aviasi, pariwisata, dan penyelenggaraan event dapat tumbuh sebagai satu ekosistem yang saling memperkuat,” kata Glenny.
