
PENYERANG sayap timnas Inggris, Anthony Gordon, melontarkan kritik tajam terkait arah taktik The Three Lions. Pemain yang kini merumput di La Liga bersama Barcelona tersebut meminta timnya untuk berhenti mencoba meniru gaya permainan Spanyol, karena menurutnya penguasaan bola dominan bukanlah identitas asli sepak bola Inggris.
Gordon, yang pindah ke Barcelona dari Newcastle United, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah merasakan langsung atmosfer sepak bola Spanyol. Ia menilai Inggris memiliki talenta yang setara, namun dengan karakteristik yang sangat berbeda sehingga tidak seharusnya dipaksa bermain dengan pola yang sama.
Identitas Unik Sepak Bola Inggris
Dalam wawancara yang dikutip dari The Guardian pada Kamis (25/9), Gordon menekankan pentingnya Inggris untuk kembali ke akar permainan mereka sendiri. Ia melihat ada kecenderungan tim nasional terlalu berkaca pada kesuksesan negara lain tanpa mempertimbangkan kelebihan alami pemain Inggris.
“Saya berbicara dari sudut pandang di mana saya merasa kami sedang mencoba meniru Spanyol. Karena saya sekarang di Spanyol, saya tahu kami memiliki pemain yang sama bagusnya. Tapi, mereka memiliki kualitas yang berbeda. Jadi, mengapa Anda mencoba membuat para pemain itu sama seperti pemain Spanyol?” ujar Gordon.
Ia menambahkan bahwa Inggris tidak bisa terus-menerus mengekor negara lain.
“Kami adalah orang Inggris dan kami memiliki kelebihan sendiri yang tidak mereka miliki. Jadi, mungkin kami mulai bermain dengan cara yang menjadi keunggulan kami,” tegasnya.
Perbedaan Fundamental dalam Penguasaan Bola
Bagi Gordon, gaya permainan berbasis penguasaan bola (possession-based) khas Spanyol adalah sesuatu yang mendarah daging dan sulit untuk sekadar diajarkan atau diadopsi secara instan. Ia mengaku sering terkejut dengan visi bermain rekan-rekannya di Spanyol yang menurutnya terbentuk sejak usia dini.
“Saya tidak yakin hal itu bisa diajarkan karena sekarang, setelah bermain di Spanyol, saya bisa berbicara dengan pandangan yang lebih mendalam bahwa cara mereka menguasai bola memang berbeda,” lanjut Gordon.
Ia bahkan mengakui terkadang sulit memahami keputusan spontan pemain Spanyol di lapangan karena cara mereka “dibangun” secara taktis sejak awal karier sangatlah berbeda.
Belajar dari Kegagalan Piala Dunia 2026
Selain menyoroti masalah taktik, Gordon juga menyinggung mentalitas tim pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026. Inggris harus menelan pil pahit setelah disingkirkan Argentina di babak semifinal. Namun, Gordon melihat kekalahan tersebut sebagai modal penting untuk masa depan.
“Bekas luka itu tidak harus menjadi hal yang negatif karena hal itu mungkin akan membawa kami menuju kemenangan dalam turnamen-turnamen berikutnya,” katanya optimis.
Pernyataan Gordon ini muncul di saat yang krusial. Inggris dijadwalkan akan menjamu Spanyol di Stadion Wembley pada akhir pekan ini. Laga ini menjadi pertemuan pertama skuad Inggris sejak berakhirnya Piala Dunia 2026, sekaligus menjadi ujian nyata apakah The Three Lions akan tetap mencoba meniru gaya sang juara dunia atau tampil dengan identitas baru yang lebih autentik. (Ant/Z-1)
