Wednesday, September 23

Bea Cukai Batam Ungkap Beragam Modus Penyelundupan Barang Ilegal April 2026


Ilustrasi(ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

BERBAGAI upaya penyelundupan kembali ditemukan di wilayah perbatasan Batam sepanjang April 2026. Modus yang digunakan para pelaku terpantau semakin bervariasi, mulai dari jalur laut hingga pelabuhan penumpang, dengan barang ilegal seperti rokok tanpa pita cukai, senjata api, hingga cartridge vape yang diduga mengandung zat berbahaya.

Kepala Bea Cukai Batam, Agung Widodo, mengatakan bahwa pola penyelundupan saat ini semakin sulit diprediksi karena pelaku terus beradaptasi dengan sistem pengawasan di lapangan.

“Modus yang muncul sangat beragam, mulai dari penggunaan kapal cepat yang melarikan diri, penyelundupan di barang bawaan penumpang, hingga metode body strapping dan kamuflase menggunakan barang sehari-hari,” katanya, Senin (18/5).

Rokok Ilegal Ditinggalkan di Laut

Dia menyebutkan April 2026, petugas patroli di perairan Tanjung Sauh menemukan high speed craft yang diduga membawa barang tanpa dokumen resmi. Saat dilakukan pengejaran, kapal tersebut melarikan diri dan meninggalkan muatan di laut maupun daratan.

Dari lokasi tersebut, ditemukan 495.650 batang rokok tanpa pita cukai yang kemudian diamankan untuk proses lebih lanjut. Pada 9 April 2026, pemeriksaan rutin di pelabuhan penumpang Batam menemukan satu unit senjata api yang disembunyikan dalam tas penumpang tujuan Jakarta. Penumpang tersebut juga terdeteksi positif zat terlarang berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Terakhir petugas kembali mengungkap penyelundupan dengan metode body strapping, di mana 300 cartridge vape ditempelkan pada tubuh penumpang asal Malaysia. Hasil uji laboratorium menunjukkan barang tersebut mengandung etomidate.

Tiga hari kemudian, modus serupa kembali ditemukan dengan cara berbeda, yakni penyembunyian 1.000 cartridge vape di dalam panci dan kardus. Seluruh barang tersebut juga dipastikan mengandung zat yang sama berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Agung Widodo menegaskan bahwa pengawasan di seluruh jalur masuk Batam akan terus diperkuat seiring meningkatnya variasi modus penyelundupan.

“Sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menghadapi pola penyelundupan yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh barang bukti dan pelaku telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Upaya pengawasan akan terus dilakukan guna menjaga wilayah perbatasan dari ancaman barang ilegal dan berbahaya. (HK)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *