
AHLI Antropologi Politik Komparatif Universitas Amsterdam, Ward Berenschot menegaskan bahwa penyelanggara pemilu di Indonesia harus belajar banyak dari India. Menurutnya, penyelenggaraan pemilu di India jauh lebih baik ketimbang di Indonesia.
Jika penyelenggara pemilu di Indonesia ingin berbenah, Ward membeberkan Indonesia bisa belajar bagaimana aktif dan tegasnya India dalam menjaga gelaran pemilu.
“India itu sana KPU India dan bawaslunya di sana jauh lebih aktif dibanding dengan Indonesia. Itu justru kalau kita membandingkan di India dengan di Indonesia memunculkan pertanyaan mengapa bisa begitu permisif,” ucap Ward, dalam acara Indonesia Electoral Reform Outlook Forum 2024 yang diadakan Perludem di Jakarta, Rabu (18/12).
Ward mengatakan penyelenggaraan pemilu di India aktif gelar pemeriksaan di lapangan untuk mengecek ada pelanggaran tidak.
Ia mencontohkan, petugas di sana memeriksa setiap kendaraan yang masuk dan keluar di daerah yang sedang melaksanakan pilkada.
Tanpa tedeng aling-aling, Ward menegaskan di India akan menangkap dan menghukum oknum yang kedapatan melakukan praktik politik uang.
“Di sana ada tim yang keliling, kalau mau masuk sebuah kota di mana ada Pilkada harus buka mobil. Polisi akan cek semua mobil dan saat ada acara kampanye, kalau ada uang polisi langsung menangkap uangnya dan banyak orang juga dihukumi,” tegas Ward. (Ykb/I-2)
