
BADAN Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai pilar ekonomi di tingkat desa menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga kedaulatan energi. Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan pengurus Forum Bumdes se-Jawa Barat yang digelar di Graha Patriot Cipanas, Kabupaten Garut, Minggu (17/5).
Ketua Forum Bumdes Jawa Barat, Dimas Insani, menyatakan bahwa Bumdes merupakan instrumen ekonomi yang berada di struktur pemerintahan terendah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran Bumdes sangat krusial dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Bumdes harus ikut mendukung program pemerintah, terutama di bidang ekonomi, dengan meningkatkan perekonomian desa melalui berbagai unit usaha yang dijalankan,” ujar Dimas.
Dimas menambahkan, penguatan peran Bumdes dilakukan dengan memperluas jejaring dan berbagi potensi usaha, baik antar-Bumdes maupun dengan sektor swasta. Salah satu langkah strategis yang ditekankan adalah kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Jejaring usaha ini penting. Bumdes harus bisa bersinergi dengan semua sektor usaha di desa, termasuk Koperasi Desa Merah Putih. Kami menyambut baik kehadiran KDMP karena dapat menjadi mitra strategis bagi Bumdes,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Dewan Penasehat Forum Bumdes Jabar, Urip Suprianto, menegaskan bahwa sinergi dengan KDMP dan sektor swasta (private sector) adalah kunci pertumbuhan Bumdes di masa depan. Menurutnya, kolaborasi ini bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif di tingkat akar rumput.
“Sinergi dengan program ekonomi pemerintah itu wajib. Ada program KDMP di desa hingga peluang kolaborasi dengan pihak swasta. Kami akan terus memfasilitasi pertemuan ini dengan menghadirkan pelaku usaha nasional,” kata Urip yang juga dikenal sebagai pengusaha nasional.
Peluang Program Makan Bergizi Gratis
Urip, yang mengawali inisiatif pendampingan Bumdes dari kampung halamannya di Subang, melihat potensi besar yang belum tergarap maksimal. Ia berkomitmen untuk terus mempertemukan pengelola Bumdes dengan jaringan bisnis yang lebih luas agar mampu berkontribusi nyata bagi kesejahteraan warga desa.
“Setiap Bumdes memiliki potensi unik. Tugas kita adalah mendampingi mereka mengolah potensi tersebut, mencari peluang, dan membangun jejaring kolaborasi,” jelasnya.
Sebagai contoh nyata, di Kabupaten Garut, pemerintah daerah telah memberikan ruang bagi Bumdes untuk terlibat langsung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini diperkuat dengan terbitnya surat edaran yang ditujukan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kalau mau maju, usaha itu harus terus bergerak, cari jaringan, dan aktif berdiskusi. Forum seperti ini adalah wadahnya. Peluang di Garut melalui program MBG adalah contoh nyata yang harus ditangkap oleh Bumdes,” pungkas Urip.
Setelah Garut, rangkaian pertemuan pengurus Bumdes ini dijadwalkan akan berlanjut ke berbagai daerah lain di Jawa Barat guna memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih dinamis dan mandiri. (AD/E-4)
