Monday, September 28

Cuaca Jawa Tengah Diprediksi Panas Terik Tembus 36C, BMKG Imbau Waspada Karhutla


Cuaca cerah di Kota Semarang pada Pagi (28/9) dan kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga awal malam dengan suhu udara dapat mencapai 36 derajat celcius.(MI/Akhmad Safuan)

CUACA di wilayah Jawa Tengah diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari ini, Senin (28/9). Meski demikian, suhu udara di sejumlah daerah wilayah Pantai Utara (Pantura) dan Solo Raya diperkirakan melonjak tinggi hingga mencapai 36 derajat Celsius.

Masyarakat diimbau untuk terus mengantisipasi cuaca panas terik yang melanda kawasan pegunungan, dataran tinggi, maupun dataran rendah. Sepanjang hari dari pagi hingga awal malam, tidak ada tanda-tanda potensi turunnya hujan di wilayah Jawa Tengah.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran di musim kemarau.

“Tidak ada peluang hujan sepanjang hari, tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau ini, karena banyak tanaman kering mudah terbakar,” kata Arif, Senin (28/9).

Arif menjelaskan suhu udara maksimum hingga 36 derajat Celsius melanda kawasan Solo Raya, meliputi Surakarta, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Pantura, seperti Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, serta Semarang.

Secara umum, suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 36 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 40 hingga 95 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Kondisi Perairan dan Gelombang Laut

Di wilayah perairan utara dan selatan Jawa Tengah, kondisi cuaca diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Meski ancaman air laut pasang (rob) mulai mereda, potensi gelombang tinggi masih perlu diwaspadai oleh para pelaku aktivitas pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menyampaikan bahwa ketinggian pasang air laut di perairan utara hari ini mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya, dengan ketinggian maksimum mencapai 0,8 meter. Kendati demikian, beberapa kawasan pesisir di Pantura dilaporkan masih tergenang banjir rob.

Retna menambahkan gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter masih berpotensi terjadi di perairan utara, meliputi wilayah Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, serta Pati-Rembang.

Sementara untuk perairan selatan yang membentang dari Cilacap hingga Purworejo, ketinggian gelombang tercatat berada di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, menurun dari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 4 meter.

“Gelombang tinggi di atas 1,25 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan dan tongkang saat kecepatan angin di atas 15 knot,” ujar Retna. (Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *