
ARC Culling Game dalam seri manga dan anime Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami merupakan salah satu fase paling brutal dan strategis. Dalam permainan maut yang dirancang oleh Kenjaku ini, poin adalah segalanya. Untuk mengubah jalannya permainan atau menambah aturan baru yang menguntungkan, seorang pemain harus mengumpulkan setidaknya 100 poin.
Mendapatkan 100 poin bukanlah perkara mudah. Mengingat satu nyawa penyihir hanya berharga 5 poin, seorang peserta harus mengeliminasi setidaknya 20 penyihir kuat untuk mencapai angka tersebut. Berikut adalah daftar karakter yang berhasil mencapai atau melampaui ambang batas 100 poin dalam Culling Game.
Hajime Kashimo adalah karakter pertama yang diperkenalkan sebagai pemilik poin di atas 100 (tepatnya 158 poin saat debutnya). Sebagai penyihir dari era 400 tahun lalu yang dibangkitkan kembali, Kashimo memiliki kekuatan listrik yang luar biasa mematikan.
Tujuan utamanya mengumpulkan 100 poin bukanlah untuk menghentikan permainan, melainkan untuk menambah aturan yang memungkinkannya melacak keberadaan Ryomen Sukuna. Kashimo adalah definisi petarung murni yang haus akan tantangan dari penyihir terkuat sepanjang sejarah.
2. Hiromi Higuruma
Hiromi Higuruma adalah anomali dalam Culling Game. Meskipun ia adalah penyihir modern yang baru saja membangkitkan teknik kutukannya, ia berhasil mengumpulkan 102 poin dalam waktu singkat. Higuruma menggunakan teknik kutukannya yang berbasis hukum, Deadly Sentencing, untuk menghakimi peserta lain yang ia anggap bersalah.
Berbeda dengan Kashimo, Higuruma memiliki kompas moral yang kompleks. Setelah berduel dengan Yuji Itadori, ia akhirnya menggunakan 100 poin miliknya untuk menambahkan aturan yang memungkinkan pemain mentransfer poin mereka ke pemain lain, sebuah langkah kunci untuk menyelamatkan Tsumiki Fushiguro.
3. Yuta Okkotsu
Penyihir tingkat spesial, Yuta Okkotsu, menunjukkan dominasi total saat memasuki Sendai Colony. Dalam pertempuran free-for-all yang melibatkan empat petarung tingkat tinggi, Yuta berhasil keluar sebagai pemenang tunggal.
Yuta mengalahkan Dhruv Lakdawalla dan Kurourushi, serta berhasil membuat Ryu Ishigori dan Takako Uro terpojok. Dengan akumulasi poin dari lawan-lawannya yang gugur, Yuta berhasil mengumpulkan lebih dari 100 poin yang kemudian ia gunakan untuk membantu rencana kelompok utama dalam menstabilkan situasi permainan.
4. Ryu Ishigori
Sebelum dikalahkan oleh Yuta, Ryu Ishigori adalah salah satu pemegang poin tertinggi di Sendai Colony dengan total 77 poin. Meskipun secara teknis ia tidak mencapai 100 poin secara mandiri dalam satu waktu sebelum poinnya berpindah, kapasitas kekuatannya diakui setara dengan para elit pemilik 100 poin. Ia memiliki cursed energy output tertinggi dalam sejarah.
Tabel Ringkasan Pemilik Poin Tertinggi
| Nama Karakter | Estimasi Poin | Status Era |
|---|---|---|
| Hajime Kashimo | 158 | Masa Lalu (400 thn) |
| Hiromi Higuruma | 102 | Modern |
| Yuta Okkotsu | 190+ (Pasca Sendai) | Modern (Spesial) |
Mengapa 100 Poin Sangat Penting?
Dalam struktur Culling Game, 100 poin adalah instrumen kedaulatan. Tanpa poin ini, para pemain hanyalah pion yang mengikuti aturan Kenjaku. Dengan 100 poin, pemain bisa:
- Menambahkan aturan baru yang bisa mengubah mekanisme eliminasi.
- Membuka akses komunikasi antar koloni.
- Menciptakan celah untuk keluar dari permainan tanpa kehilangan teknik kutukan (kematian).
Keberhasilan karakter seperti Higuruma dan Yuta dalam mengamankan 100 poin menjadi titik balik bagi protagonis untuk melawan balik skenario kiamat yang dirancang oleh Kenjaku. (Z-4)
