Wednesday, September 16

Dampak Kekeringan di 9 Kecamatan di Cianjur Berpotensi Meluas


Ilustrasi(Dok, BPBD Kabupaten Cianjur)

DAMPAK kekeringan akibat kemarau panjang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berpotensi meluas di 9 kecamatan. Mayoritas, wilayahnya berada di selatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengaku BPBD telah menerima laporan dampak kemarau panjang dari berbagai wilayah. Rata-rata dampaknya berupa krisis air bersih karena sumur bor di rumah-rumah warga mulai mengering.

“Dari laporan sementara, ada sembilan kecamatan yang sudah melaporkan terdampak kekeringan hingga berpotensi meluas,” kata Samudra, Jumat (24/7).

Sembilan kecamatan itu antara lain  Cikalongkulon, Naringgul, Pagelaran, Cibinong, Kadupandak, Cidaun, Cianjur, dan Agrabinta. Samudra memastikan, dampak kekeringan masih dikategorikan rentan. “Jadi, kondisinya belum dikategorikan ekstrem,” tuturnya.

Saat ini, kata Samudra, warga mengandalkan pasokan air dari aliran sungai. Itupun dengan volume air yang cukup terbatas. 

“Kami upayakan agar warga yang berada di wilayah terdampak bisa mendapatkan bantuan air bersih,” ungkapnya.

Sejauh ini, BPBD yang berkoordinasi dengan instansi terkait, sudah mulai menyalurkan bantuan air bersih. Di antaranya di Kampung Gayam Kelurahan Muka Kecamatan Cianjur serta di Desa Sukajadi dan Desa Pamoyanan di Kecamatan Cibinong.

“Kami akan mendistribusikan bantuan air bersih ketika ada permohonan melalui aparatur pemerintahan di wilayah. Kami koordinasikan dengan PDAM (Perumdam Tirta Mukti) serta PMI (Palang Merah Indonesia),” ucapnya.

Samudra menyebutkan, selain permintaan distribusi air bersih, pihak pemerintah di wilayah juga memohon solusi jangka panjang. Mereka meminta agar di wilayahnya bisa dibangun sumur artesis ataupun jaringan pipa untuk memudahkan mengakses dari sumber air. 

“Jadi, ketika terjadi kemarau seperti sekarang, masyarakat tidak terlalu kerepotan. Kami akan koordinasikan dengan Dinas PUTR maupun BPBD Jawa Barat. Nanti kami juga akan mengasesmen untuk memantau kondisi di lapangan. Salah satunya mengasesmen pemanfaatan mata air Cileungsir di Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon,” pungkasnya. (H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *