Monday, September 21

Di Tengah Gejolak Pasar, Reksa Dana Syariah Indonesia Cetak Prestasi Internasional


Industri reksa dana nasional tetap menunjukkan ketahanan. Nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana tercatat mencapai Rp711,89 triliun atau tumbuh 5,41 persen secara YTD.(Dok. Henan Asset)

PRODUK reksa dana syariah Indonesia kembali meraih pengakuan di tingkat internasional. Dalam ajang LSEG Lipper Fund Awards 2026, produk Henan Ekuitas Syariah Berkah Kelas A yang dikelola PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) berhasil meraih penghargaan kategori Best Equity Sharia Indonesia Fund over 5 Years pada universe Global Islamics.

Pencapaian tersebut sekaligus menandai tahun ketiga secara berturut-turut Henan Asset menerima penghargaan internasional dari LSEG Lipper untuk kategori reksa dana syariah. Penghargaan ini juga diraih bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya perusahaan pada 2 Juni 2026.

LSEG Lipper Fund Awards merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di industri pengelolaan investasi global. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Grup Bursa Efek London (London Stock Exchange Group/LSEG) ini setiap tahun melakukan penilaian terhadap produk investasi di 19 negara. Sebagai salah satu penyedia data keuangan dan operator bursa saham tertua di dunia, LSEG dikenal menggunakan metodologi penilaian berbasis data dan kinerja historis secara independen, sehingga menjadi salah satu tolok ukur yang diperhatikan para pelaku industri investasi global.

Pada universe Global Islamics, penilaian dilakukan terhadap negara-negara dengan perkembangan industri investasi syariah yang signifikan, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan sejumlah pasar utama lainnya. 

Penghargaan tersebut diraih di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 19,55% secara year-to-date (YTD) akibat berlanjutnya volatilitas pasar keuangan dunia.

Meski demikian, industri reksa dana nasional tetap menunjukkan ketahanan. Nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana tercatat mencapai Rp711,89 triliun atau tumbuh 5,41 persen secara YTD, ditopang oleh net subscription sebesar Rp37,24 triliun sepanjang tahun berjalan.

Di tengah kondisi tersebut, Henan Asset menilai investor membutuhkan pendekatan investasi yang lebih disiplin, terukur, dan tidak reaktif terhadap gejolak pasar jangka pendek.

Direktur Henan Asset, Markam Halim, mengatakan penghargaan dari Grup Bursa Efek London tersebut menjadi pengingat bahwa investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan portofolio.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja, tetapi juga pengingat bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang. Di tengah kondisi pasar yang terus berubah, kami percaya integritas proses investasi, disiplin pengelolaan portofolio, dan kemampuan untuk tetap adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor,” ujarnya.

Menurut Markam, selama dua dekade berdiri, perusahaan belajar bahwa pasar akan selalu bergerak dalam siklus. Karena itu, fokus utama perusahaan bukan hanya menghadapi momentum jangka pendek, melainkan menjaga kualitas pengelolaan investasi secara konsisten dalam berbagai kondisi pasar.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Henan Asset yang tahun ini mengusung tema ‘Two Decades of Resilience and Growth’. Tema tersebut mencerminkan perjalanan perusahaan dalam menghadapi berbagai fase pasar sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan selama 20 tahun terakhir.

Direktur Henan Asset, Edwardus Ronald Yudianto, mengatakan perjalanan perusahaan selama dua dekade tidak terlepas dari kepercayaan investor yang terus tumbuh dalam berbagai kondisi pasar.

“Kepercayaan yang telah dibangun bersama investor menjadi fondasi penting bagi perjalanan kami selama 20 tahun terakhir. Karena itu, fokus kami bukan hanya menghadirkan produk investasi, tetapi juga memastikan setiap layanan terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan investor yang semakin dinamis,” kata Ronald.

Hingga 31 Mei 2026, Henan Asset mengelola dana kelolaan (assets under management/AUM) lebih dari Rp13 triliun dengan dukungan lebih dari 110 ribu investor dari berbagai segmen.

Untuk menjaga fokus dan konsistensi pengelolaan investasi, perusahaan menerapkan strategi pengelolaan yang terfokus dengan hanya mengelola 15 produk investasi. Menurut perusahaan, pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan portofolio sekaligus mempertahankan kualitas kinerja dalam jangka panjang.

Produk-produk yang dikelola mencakup reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, reksa dana berbasis syariah, hingga produk reksa dana berdenominasi dolar Amerika Serikat yang direncanakan meluncur pada 2026.

Ke depan, Henan Asset menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi investor menghadapi dinamika pasar melalui pengelolaan investasi yang prudent, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.

“Pada akhirnya, investasi bukan hanya tentang melewati satu fase pasar, tetapi bagaimana tetap bertumbuh secara konsisten dalam perjalanan jangka panjang. Kami berharap dapat terus menjadi growth partner yang dipercaya investor dalam setiap fase tersebut,” tutup Markam. (Put/E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *