Tuesday, September 22

Diet 4 Minggu Bisa Bikin Lansia Lebih Muda Secara Biologis


Ilustrasi(Magnific)

SEBUAH penelitian terbaru dari University of Sydney membawa kabar baik bagi kelompok lanjut usia (lansia). Riset ini mengungkapkan perubahan pola makan selama empat minggu saja sudah cukup untuk membuat tubuh orang dewasa yang lebih tua tampak lebih muda secara biologis.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Aging Cell ini memantau partisipan berusia antara 65 dan 75 tahun. Para peneliti menemukan mereka yang mengurangi asupan lemak atau beralih ke protein nabati mengalami perbaikan pada biomarker kesehatan utama yang berkaitan dengan penuaan.

Penting untuk dipahami usia kronologis mengukur berapa tahun seseorang telah hidup, sementara usia biologis mencerminkan seberapa baik fungsi tubuh sebenarnya. Usia biologis dapat berbeda secara signifikan antar individu, tergantung pada gaya hidup dan kemampuan tubuh pulih dari stres serta penyakit.

Untuk memperkirakan skor usia biologis ini, tim peneliti menganalisis 20 biomarker, termasuk kadar kolesterol, insulin, dan kadar protein C-reaktif. Data tersebut diambil dari studi Nutrition for Healthy Living di Charles Perkins Centre, University of Sydney.

Hasil Uji Coba Empat Pola Makan

Penelitian yang dipimpin Dr. Caitlin Andrews ini melibatkan 104 partisipan non-perokok yang dibagi secara acak ke dalam empat kelompok diet berbeda:

  • Omnivora Lemak Tinggi (OHF): Pola makan yang paling mirip dengan kebiasaan umum masyarakat.
  • Omnivora Karbohidrat Tinggi (OHC): Rendah lemak, dengan komposisi energi 14% protein, 28-29% lemak, dan 53% karbohidrat.
  • Semi-Vegetarian Lemak Tinggi (VHF): 70% protein berasal dari tanaman.
  • Semi-Vegetarian Karbohidrat Tinggi (VHC): 70% protein berasal dari tanaman dan rendah lemak.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok OHF, yang pola makannya paling dekat dengan kebiasaan lama mereka, tidak menunjukkan perubahan signifikan pada penanda usia biologis. Namun, tiga kelompok lainnya menunjukkan penurunan usia biologis yang nyata.

Bukti statistik terkuat ditemukan pada kelompok Omnivora Karbohidrat Tinggi (OHC), yakni mereka yang mengonsumsi asupan lebih tinggi karbohidrat namun lebih rendah lemak.

Indikasi Awal yang Menjanjikan

Meski hasilnya sangat menjanjikan, para ilmuwan menekankan studi ini masih merupakan indikasi awal dan bukan bukti definitif bahwa diet dapat membalikkan penuaan sepenuhnya.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan secara pasti, perubahan spesifik pada diet akan memperpanjang umur Anda. Namun, penelitian ini menawarkan indikasi awal tentang potensi manfaat perubahan pola makan di masa tua,” ujar Dr. Andrews.

Senada dengan Dr. Andrews, Profesor Madya Alistair Senior yang mengawasi penelitian ini, menekankan perlunya evaluasi lebih lanjut.

“Perubahan diet jangka panjang diperlukan untuk menilai apakah perubahan pola makan benar-benar mengubah risiko penyakit terkait usia,” kata Profesor Alistair Senior.

Penelitian di masa depan diharapkan dapat mengeksplorasi apakah temuan ini berlaku untuk kelompok usia lain dan apakah perubahan positif tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang. (Science Daily/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *