Saturday, September 26

Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Massa Otot saat Menurunkan Berat Badan


Ilustrasi(Magnific.com)

Menurunkan berat badan sering kali menjadi tujuan utama bagi banyak orang yang ingin menjalani hidup lebih sehat. Namun, para pakar kesehatan dan dokter mengingatkan bahwa fokus utama seharusnya bukan hanya pada penurunan angka di timbangan, melainkan pada komposisi tubuh, terutama menjaga massa otot.

Kehilangan massa otot saat menjalani program diet yang ekstrem dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang. Dokter menekankan bahwa otot adalah jaringan aktif secara metabolik yang membantu tubuh membakar kalori bahkan saat sedang beristirahat.

Mengapa Massa Otot Harus Dipertahankan?

Saat seseorang mengurangi asupan kalori secara drastis tanpa memperhatikan asupan nutrisi dan aktivitas fisik, tubuh cenderung mengambil energi dari jaringan otot. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan laju metabolisme basal (BMR).

Penting Diketahui: Penurunan massa otot yang signifikan dapat menyebabkan tubuh lebih mudah kembali mengalami kenaikan berat badan (efek yoyo) karena kemampuan membakar kalori yang menurun.

Selain fungsi metabolisme, massa otot yang terjaga sangat penting untuk mendukung mobilitas, menjaga keseimbangan tubuh, dan mencegah risiko cedera seiring bertambahnya usia. Kehilangan otot yang berlebihan, atau yang dikenal secara medis sebagai sarkopenia, dapat menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tips Menjaga Massa Otot Saat Diet

Berdasarkan anjuran medis, berikut adalah beberapa langkah strategis untuk memastikan penurunan berat badan berasal dari lemak, bukan otot:

  • Cukupi Asupan Protein: Protein adalah blok bangunan utama otot. Pastikan setiap sesi makan mengandung sumber protein berkualitas seperti dada ayam, ikan, telur, tempe, atau kacang-kacangan.
  • Latihan Beban (Resistance Training): Melakukan olahraga beban minimal dua hingga tiga kali seminggu memberikan sinyal kepada tubuh untuk mempertahankan jaringan otot meskipun dalam kondisi defisit kalori.
  • Hindari Defisit Kalori Ekstrem: Penurunan berat badan yang sehat berkisar antara 0,5 hingga 1 kilogram per minggu. Defisit yang terlalu tajam akan memaksa tubuh memecah otot untuk energi.
  • Istirahat yang Cukup: Proses pemulihan dan pembentukan otot terjadi saat tidur. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol yang bersifat katabolik atau merusak otot.

Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas

Dokter menyarankan masyarakat untuk mulai menggunakan alat ukur yang lebih komprehensif daripada timbangan biasa, seperti Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) untuk memantau persentase lemak dan massa otot secara berkala.

Dengan menjaga massa otot tetap stabil selama proses penurunan berat badan, tubuh tidak hanya akan terlihat lebih kencang dan atletis, tetapi juga memiliki sistem metabolisme yang lebih kuat dan daya tahan tubuh yang lebih baik dalam jangka panjang.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *