
DOKTER spesialis gizi klinik, dr. Oqti Rodia mengimbau agar olahraga untuk turunkan berat badan tidak hanya fokus pada angka timbangan, melainkan juga memerhatikan kebutuhan nutrisi dan mengutamakan kesehatan jantung.
Ia menegaskan bahwa program menurunkan berat badan tidak hanya berorientasi untuk kurus tetapi juga sehat.
Dokter dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita mengatakan setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi berbeda. Oleh karena itu, pendekatan dan penanganan untuk menurunkan berat badan harus disesuaikan dengan kondisi individu.
“Menjaga berat badan sebenarnya bukan hanya persoalan penampilan tetapi kesehatan menyeluruh,” kata dia di Tangerang, dikutip Rabu (30/9).
Oqti menjelaskan berat badan dapat berkaitan dengan berbagai faktor risiko penyakit kardiometabolik. Upaya untuk menurunkan berat badan idealnya juga tidak boleh dilakukan sembarangan atau hanya mengejar hasil berat badan turun dengan cepat.
“Yang penting bukan hanya berapa kilogram berat badan yang turun, tetapi bagaimana prosesnya dilakukan secara sehat, terukur, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” kata dr. Oqti.
Untuk mengelola berat badam, ujar dia, tidak hanya pengaturan nutrisi tetapi juga membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat dengan mendukung kesehatan jantung dan metabolisme dengan pendampingan tenaga profesional melalui konsultasi.
“Body goals boleh, tetapi heart goals wajib,” kata dia. (Ant/H-4)
