Wednesday, September 23

Genom Ungkap Rahasia Panjang Umur Hiu Greenland


Ilmuwan berhasil memetakan genom hiu Greenland untuk pertama kalinya. Temuan ini mengungkap rahasia mereka terhindar dari kanker dan hidup ratusan tahun.(NOAA)

HIU Greenland (Somniosus microcephalus) dikenal sebagai hewan vertebrata dengan usia tertua di dunia. Hiu yang hidup di kedalaman hingga 2,65 kilometer di Samudra Atlantik Utara dan Arktik ini diperkirakan bisa hidup hingga 400 tahun, dan baru mencapai kedewasaan pada usia 150 tahun.

Selama ini, kehidupan mereka yang berada di laut dalam sangat misterius. Namun kini, misteri di balik umur panjang dan kekebalan mereka terhadap kanker mulai terungkap.

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil memetakan hampir seluruh urutan genom, mencapai 96,7%, dari hiu Greenland. Penelitian yang dipimpin Shigeharu Kinoshita, seorang ahli kimia perikanan dari Universitas Tokyo, dipublikasikan dalam jurnal PNAS pada 19 Mei.

Stabilisasi DNA dan Kebal Kanker

Melalui analisis genetik, tim peneliti menemukan sejumlah adaptasi unik yang mendukung stabilitas genom dan resistensi stres pada hiu ini. Salah satu temuan kunci adalah adanya perubahan genetik pada linker histone proteins, yaitu kelompok protein yang berfungsi menggulung dan memadatkan DNA.

Perubahan ini membantu menstabilkan struktur kromatin (campuran DNA dan protein pembentuk kromosom), sehingga dapat menekan akumulasi kerusakan DNA seiring bertambahnya usia hiu. Selain itu, keluarga gen yang berkaitan dengan respons imun dan jalur perbaikan DNA juga ditemukan mengalami perluasan.

“Analisis genom kami menunjukkan beberapa bukti yang mengarah pada peningkatan stabilitas genom dan ketahanan terhadap stres pada hiu Greenland,” kata Kinoshita.

“Umur panjang yang ekstrem ini kemungkinan besar tidak diatur oleh satu gen saja, melainkan oleh perubahan terkoordinasi di berbagai sistem biologis, termasuk stabilitas genom, metabolisme zat besi, fungsi imun, dan ketahanan terhadap stres.”

Peneliti juga menemukan perluasan signifikan pada gen feritin yang mengatur penyimpanan zat besi. Hal ini meningkatkan kemampuan hiu dalam mengontrol metabolisme besi, membatasi stres oksidatif yang memicu kanker, serta menghambat ferroptosis (kematian sel terprogram yang bergantung pada zat besi).

Potensi untuk Penelitian Manusia

Dorota Skowronska-Krawczyk, seorang fisiolog dari University of California, Irvine, menilai temuan ini dapat menjelaskan masa hidup ekstrem sang hiu. Meski demikian, ia mencatat studi fungsional lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan gagasan tersebut secara langsung.

Di sisi lain, estimasi usia hiu Greenland yang mencapai 400 tahun masih menuai sedikit skeptisisme. Aaron MacNeil, seorang ahli biologi dari Dalhousie University, berpendapat bahwa metode penanggalan radiokarbon dari uji bom nuklir Perang Dingin pada lensa mata hiu mungkin menghasilkan estimasi yang terlalu tinggi karena lambatnya percampuran air di laut dalam.

“Namun kita tahu mereka sangat tua, setidaknya 200 tahun,” ujar MacNeil.

Terlepas dari perdebatan usianya, Kinoshita menambahkan bahwa penelitian genom hiu Greenland ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik mengenai penuaan dan penyakit terkait usia pada manusia. (Live Science/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *