
BENCANA kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya, pada Rabu (14/10/2026) sore. Dua titik api dilaporkan muncul secara beruntun di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur hingga memaksa tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman di lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila, dalam laporannya membenarkan adanya dua laporan insiden Karhutla yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU pada sore hari tersebut.
“Tim gabungan kembali bekerja keras menanggulangi Karhutla di dua titik lokasi di wilayah Kecamatan Sepaku, IKN,” sebutnya.
Dibeberkannya, laporan pertama masuk sekitar pukul 15.34 Wita di RT 05 Kelurahan Pemaluan, disusul laporan kedua pukul 16.24 Wita di seberang Workshop proyek Yudikatif milik Abipraya, di Kelurahan Maridan masuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
2 Hektare Hangus Terbakar di Pemaluan
Nurlaila menjelaskan, insiden kebakaran di RT 05 Kelurahan Pemaluan menghanguskan area lahan vegetasi seluas kurang lebih dua hektare. Petugas siaga yang menerima laporan awal dari Babinsa Pemaluan langsung bergerak menempuh jarak sekitar 11 kilometer menuju titik lokasi kejadian.
“Petugas berangkat dari posko pukul 16.30 WITA dan tiba di lokasi pukul 17.00 Wita. Tim gabungan langsung berjibaku melakukan operasi pemadaman dan pendinginan selama kurang lebih 1 jam 43 menit hingga api benar-benar dinyatakan padam pada pukul 18.43 Wita,” jelasnya.
Penanganan Karhutla di Kelurahan Pemaluan mengedepankan sinergi lintas pihak dengan mengerahkan sejumlah armada pendukung, di antaranya satu unit Brandweer berkapasitas 3.500 liter dan satu unit Kajama Water Supply berkapasitas 5.000 liter dari Posko Damkar Maridan, serta pasokan air tambahan dari Posko Damkar Jenebora.
Operasi pemadaman tersebut melibatkan kerja sama ketat antara personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, Damkar Otorita IKN, Posko Damkar Maridan dan Sepaku, dukungan dari PT Abhipraya, PT Adhi Karya, PT Agro Indomas, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) Pemaluan.
“Berkat kesigapan tim di lapangan, proses pemadaman berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, serta tidak ada dampak kerugian terhadap permukiman warga,” tegas Nurlaila. (H-4)
