Tuesday, September 29

Indosat (ISAT) Jawab BEI Soal Transaksi Fiber Optik Rp11,7 T dengan Grup Arsari Milik Hashim Djojohadikusumo


PT Indosat Tbk (IOH/kode saham: ISAT) memberikan penjelasan dan klarifikasi  kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait restrukturisasi serta divestasi jaringan serat optik (fiber optic). Penjelasan tersebut disampaikan melalui surat resmi No. 194/AYO-AYD/LGL/26 tertanggal 25 September 2026 sebagai tanggapan atas Surat BEI No. S-12230/BEI.PP2/09-2026.

Melalui surat yang ditandatangani oleh Direktur, Chief Legal & Regulatory Officer sekaligus Sekretaris Perusahaan Indosat Reski Damayanti tersebut, perseroan menegaskan bahwa transaksi ini berujung pada pembentukan platform infrastruktur serat optik independen bersama mitra strategis PT Ainfrastruktur Indonesia Raya (AIR), entitas usaha di bawah naungan Grup Arsari milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo.

Dalam penjelasannya kepada bursa, Indosat mengungkapkan alasan perubahan mekanisme transaksi dari Perjanjian Investasi awal tertanggal 23 Desember 2025 yang kemudian diamandemen pada 6 Mei 2026. Manajemen menjelaskan bahwa perubahan struktur dilakukan untuk mengakomodasi penggunaan perusahaan tertutup, yaitu PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), alih-alih perusahaan terbuka sebagaimana direncanakan sebelumnya.

Evaluasi lanjutan menunjukkan bahwa skema perusahaan tertutup menawarkan struktur dan proses pelaksanaan transaksi yang jauh lebih sederhana. Meskipun mekanismenya berubah, Indosat menegaskan tujuan utamanya tidak berubah, yakni mengoptimalkan dan memonetisasi nilai ekonomis jaringan serat optik perseroan sembari mempertahankan kepemilikan yang signifikan.

Rangkaian transaksi divestasi yang telah dirampungkan pada 30 Juni 2026 tersebut mencakup dua mekanisme utama:

Skema Transaksi Rincian & Jumlah Saham Nilai / Imbalan Transaksi Hasil Akhir Kepemilikan
Penjualan Saham Tunai ISAT & Lintasarta menjual 11.707.828 lembar (84,9%) saham IFT ke NFT Rp11,70 Triliun NFT menguasai mayoritas saham operasional IFT
Inbreng Saham ISAT & Lintasarta menyetorkan 2.083.223 lembar (15,1%) saham IFT ke NFT Imbalan 49,9% saham NFT (ISAT 49,1%, Lintasarta 0,8%) ISAT pertahankan 49,68% kepemilikan efektif secara tidak langsung

Sementara itu, mayoritas 50,1% saham NFT dikuasai oleh PT Ainfrastruktur Indonesia Raya. NFT kemudian bertindak sebagai entitas induk (holding company) yang menguasai 100% saham operasional IFT. Kendati Indosat hanya menyisakan 1 lembar saham langsung di IFT, Indosat tetap mempertahankan kepemilikan efektif secara tidak langsung sebesar 49,68% di IFT.

Mitra strategis Indosat dalam pengembangan platform fiber optic ini adalah PT Ainfrastruktur Indonesia Raya, yang merupakan bagian dari Grup Arsari. Grup Arsari adalah konglomerasi bisnis nasional yang didirikan dan dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo.

Komitmen dan penyelarasan manajemen dalam kemitraan ini terlihat dari penempatan Aryo P.S. Djojohadikusumo—putra dari Hashim Djojohadikusumo—sebagai salah satu Komisaris di PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) maupun PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Penandatanganan Perjanjian Pemegang Saham ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan aset jaringan serat optik nasional.

Dampak Keuangan dan Skema Sewa Balik (Sale-and-Leaseback)

Menjawab pertanyaan BEI mengenai dampak terhadap kinerja keuangan, Indosat mengonfirmasi bahwa dekonsolidasi IFT memberikan dampak positif bersifat satu kali (one-off) dengan mencatatkan keuntungan bersih sebesar Rp1,64 triliun pada saat transaksi selesai. Keuntungan ini bersifat non-recurring sehingga tidak diproyeksikan menjadi pendapatan berulang di masa mendatang.

Pascatransaksi, jaringan serat optik tersebut disewa kembali oleh Indosat (sale-and-leaseback) untuk menjamin kelancaran operasional jaringan telekomunikasinya. Beban sewa terkait akan dibukukan secara berkala dalam laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Indosat memastikan seluruh perizinan yang dipersyaratkan oleh instansi pemerintah terkait pengalihan aset kabel optik maupun izin operasional bagi IFT (sebagai operator jaringan kabel) dan NFT (sebagai perusahaan holding) telah dipenuhi secara menyeluruh.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *