Tuesday, September 22

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Minta Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat


Ilustrasi(Dok Metro TV)

MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Penguatan tersebut mencakup aspek sarana dan prasarana, sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, hingga sistem pembelajaran dan kedisiplinan di lingkungan sekolah.

Penegasan itu disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi secara daring bersama kepala Sekolah Rakyat, Selasa (19/5).

“Pertemuan kita ini guna melakukan koordinasi, menyamakan persepsi tentang beberapa hal yang perlu untuk kita tindaklanjuti dalam hari-hari ke depan berkaitan dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun 2026-2027,” kata Gus Ipul.

Dalam arahannya, Gus Ipul meminta seluruh jajaran Sekolah Rakyat menjaga kualitas tata kelola sarana dan prasarana, termasuk memastikan kebersihan, kerapian, dan ketertiban lingkungan sekolah tetap terpelihara.

“Bagaimana kita menjaga, merawat, memastikan bahwa yang sudah dibangun ini benar-benar bisa memotivasi dan memberikan semangat serta mendorong kita untuk bekerja lebih optimal. Semuanya harus rapi dan tertib maka penguatan kedisiplinan guru dan anak-anak bisa terus kita mulai rancang,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan lahan sekolah secara produktif sesuai kondisi masing-masing daerah. Menurutnya, area sekolah dapat dimanfaatkan untuk kebun sayur, peternakan, maupun kebutuhan lain yang mendukung pembelajaran dan kemandirian siswa.

Selain itu, Gus Ipul menilai tata kelola sumber daya manusia di Sekolah Rakyat harus dijalankan secara proporsional. Sebagai sekolah berkonsep boarding school dengan aktivitas selama 24 jam, seluruh unsur di lingkungan sekolah dituntut memiliki kesiapan dan disiplin tinggi, mulai dari kepala sekolah hingga petugas kebersihan.

“Bagaimana seluruh pengelolaan di sana itu SDM-nya itu, SDM yang siap lahir batin karena tukang kebun pun di sana menjadi kompas moral buat anak-anak,” jelasnya.

Pada aspek pengelolaan keuangan, ia menekankan pentingnya sistem yang transparan dan akuntabel. Ke depan, Sekolah Rakyat akan menjadi satuan kerja tersendiri yang diberi kewenangan mengelola anggaran secara mandiri.

“Kita akan berikan tanggung jawab besar kepada kepala sekolah dan jajarannya (agar) bisa mengelola uang sendiri. Jadi tidak terpusat lagi beli seragam, beli sepatu, beli ini (dan lainnya). Semua sudah didesentralisasi tapi dengan pengawasan yang baik,” ucapnya.

Gus Ipul menambahkan, pengelolaan pembelajaran di Sekolah Rakyat akan lebih kompleks karena tidak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pembinaan siswa di asrama selama 24 jam. Untuk mendukung pengawasan tersebut, pemerintah akan memanfaatkan teknologi pemantauan secara terintegrasi.

“Kita akan melibatkan teknologi di sini, dimana dari Jakarta kita bisa melihat setiap sudut yang ada di sana dan sekali lagi para kepala sekolah, jika ada potensi penyimpangan seksual itu bisa kita mitigasi lebih cepat,” ujarnya.

Gus Ipul pun juga meminta para kepala sekolah membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah. Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat diterima sekaligus menjadi bagian dari lingkungan sosial setempat.

“Ajak warga sekitar mengenal Sekolah Rakyat, secara bergiliran undang, kelompok pemuda, kelompok perempuan, petani, dan orang tua siswa. Libatkan dalam acara Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *