Thursday, September 17

Keluarga di Kudus Tunggu Kabar 2 Bersaudara Korban KMP Virgo Transport 8


Berangkat ke Surabaya untuk mencari nama dua bersaudara dalam daftar korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam.(Dok Keluarga)

UDARA Kabupaten Kudus pada siang hari, Kamis (17/9), terasa cukup panas. Sudah beberapa pekan hujan tidak turun meskipun langit tampak berawan. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas kota yang padat saat jam pulang sekolah, suasana sunyi justru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Titin, seorang perempuan setengah baya, tampak termenung di teras rumahnya. Sesekali pandangannya kosong, lalu beralih ke sudut jalan seolah sedang menanti seseorang yang tak kunjung datang. Titin, yang biasanya aktif dalam kegiatan kampung, kini lebih banyak terdiam sejak kabar duka mengenai tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di Laut Jawa sampai ke telinganya.

Dua putra Titin, Yusuf, 37, dan Adam, 20, berada di dalam kapal tersebut saat menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga saat ini, nasib keduanya masih menjadi misteri. “Saya menunggu kabar anak saya, berharap segera pulang dengan selamat,” tutur Titin dengan suara lirih.

Titin mengenang, setiap kali hendak berangkat kerja, kedua anaknya selalu berpamitan. Sebelum keberangkatan terakhir ke Kalimantan tersebut, Yusuf dan Adam juga berpamitan seperti biasa tanpa menunjukkan gelagat aneh. Kabar tenggelamnya kapal yang mereka tumpangi menjadi pukulan berat dan menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga.

Muhammad Rifai, saudara kandung kedua korban, menjelaskan bahwa Yusuf bekerja sebagai sopir truk ekspedisi, sementara Adam bertindak sebagai kernetnya. Rifai, yang juga berprofesi sebagai sopir, sempat berkomunikasi dengan saudaranya itu mengenai tawaran pekerjaan angkutan sebelum mereka naik ke kapal.

Kabar mengenai musibah tersebut pertama kali diterima Rifai dari seorang rekan pada Minggu (13/9). Setelah mendapatkan informasi itu, ia segera memberi tahu keluarga besar dan langsung berangkat ke Surabaya bersama istri Yusuf untuk memastikan daftar manifes dan mencari kejelasan nasib kedua saudaranya.

“Sekarang kami pulang ke Kudus dulu dan menunggu kepastian nasib dua saudara kami, namun hingga saat ini belum ada kabar apapun,” ujar Muhammad Rifai.

Keluarga besar di Kudus kini hanya bisa berharap dan berdoa agar Yusuf dan Adam ditemukan dalam kondisi selamat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penemuan korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, yang merujuk pada identitas kedua bersaudara tersebut. (AS/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *