
MANTAN petenis nasional, Beatrice Gumulya, mengukir kisah inspiratif dalam perjalanan karier olahraganya. Setelah memutuskan mengakhiri karier di dunia tenis profesional, Beatrice justru kembali ke panggung Asian Games melalui cabang olahraga yang berbeda, yakni padel.
Dua tahun setelah mulai menekuni padel, atlet berusia 35 tahun ini berhasil membawa pulang medali perunggu bersama pasangannya, Novela Putria. Keberhasilan ini diraih setelah melakoni laga di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu (3/10).
“Sejujurnya tidak. Tidak pernah terpikirkan,” ungkap Beatrice saat ditanya mengenai kembalinya ia ke ajang multievent terbesar di Asia tersebut.
Ia mengaku awalnya hanya menjadikan padel sebagai aktivitas pengisi waktu luang dan sarana bersenang-senang setelah pensiun dari tenis.
Motivasi dari Kegagalan Masa Lalu
Bagi Beatrice, medali perunggu ini memiliki makna yang sangat mendalam. Saat masih aktif sebagai petenis, ia belum sempat mempersembahkan medali bagi Indonesia di ajang Asian Games. Kegagalan tersebut menjadi pemantik semangat ketika kesempatan kembali terbuka di cabang padel.
“Pada Asian Games sebelumnya saya tidak mendapatkan medali. Jadi, saya sangat senang bisa bermain di Asian Games lagi kali ini, meskipun cabangnya berbeda,” ujarnya.
Motivasi untuk menebus kegagalan masa lalu mendorongnya untuk kembali serius berlatih, bahkan hingga menjalani persiapan intensif di Spanyol bersama Novela.
Kecocokan Karakter Permainan
Beatrice merasa padel memiliki karakter yang sangat sesuai dengan gaya bermainnya. Sebagai mantan pemain spesialis ganda di tenis, ia menemukan keseruan yang sama dalam padel yang juga mengandalkan kerja sama tim.
Ia mengaku sangat menyukai permainan cepat dan aksi di depan net.
“Saya suka melakukan volley, poin-poin cepat, dan mendapatkan poin dari depan net. Itu sebabnya saya mulai menyukai padel,” tambah Beatrice.
Rekam Jejak Prestasi Beatrice Gumulya
Sebelum beralih ke padel, Beatrice telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang di lapangan tenis, baik di level junior internasional maupun regional Asia Tenggara.
| Ajang / Tahun | Prestasi / Medali | Nomor Pertandingan |
|---|---|---|
| AS Terbuka Junior (2008) | Semifinal | Ganda Putri |
| Australia Terbuka Junior (2009) | Semifinal | Ganda Putri |
| SEA Games Manila (2019) | Emas & Perunggu | Ganda Putri (Emas), Ganda Campuran (Perunggu) |
| SEA Games Hanoi (2021) | 2 Perunggu | Beregu Putri, Ganda Putri |
| SEA Games Kamboja (2023) | Emas & 2 Perunggu | Beregu Putri (Emas), Ganda Putri & Campuran (Perunggu) |
| Asian Games (Padel) | Perunggu | Ganda Putri |
Kini, dengan medali Asian Games di tangan, Beatrice membuktikan bahwa dedikasi dan semangat kompetisi tidak mengenal batas cabang olahraga. Keputusannya untuk mencoba kembali di level internasional telah membuahkan hasil manis yang melengkapi perjalanan karier profesionalnya. (Ant/Z-1)
