
PERLINDUNGAN anak di wilayah terpencil masih membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama untuk memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, dan dukungan tumbuh kembang.
Upaya memperkuat perlindungan tersebut memerlukan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan agar anak-anak memperoleh kesempatan tumbuh secara sehat, aman, dan berkelanjutan.
Salah satu upaya membangun kolaborasi tersebut diwujudkan melalui turnamen golf yang menggalang dukungan bagi program perlindungan anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, kegiatan ini memperluas fokus dari penanganan stunting menjadi dukungan yang lebih menyeluruh terhadap kebutuhan anak.
Turnamen bertajuk Golf for Humanity 2 itu berlangsung di Jagorawi Golf & Country Club, Bogor, Jawa Barat, dengan partisipasi sekitar 90 pemain golf. Mengusung tema Teeing Up Hope for Children Protection, One Swing at a Time, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap tantangan perlindungan anak di Indonesia.
Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati mengatakan kegiatan ini bertujuan memperluas kesadaran masyarakat bahwa dukungan terhadap program kemanusiaan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas, termasuk olahraga.
Menurut dia, Human Initiative telah menjalankan program anak di NTT dan Maluku. Melalui turnamen tersebut, pihaknya ingin memperkuat dukungan terhadap program yang sudah berjalan agar jangkauan dan manfaatnya dapat berkembang.
Pada penyelenggaraan 2025, Golf for Humanity berfokus pada penanganan stunting di NTT. Tahun ini, cakupan program diperluas dengan perhatian terhadap perlindungan anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan tumbuh kembang.
Tomy menjelaskan perluasan fokus tersebut mencerminkan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam mendukung kualitas hidup anak. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, akses pendidikan dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Keterlibatan berbagai kalangan juga jadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pesan kemanusiaan. Turnamen ini melibatkan junior golfer George Owen, influencer golf Yogi, serta aktris Yasmin Napper yang pernah mengunjungi lapangan bersama Human Initiative di NTT.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan Big Event Asia, Persatuan Golf Indonesia (PGI) DKI Jakarta, dan Jagorawi Golf & Country Club. Kepala Badan Penghubung Maluku S I Patta, hadir mewakili Pemerintah Provinsi Maluku sebagai bagian dari dukungan terhadap kolaborasi perlindungan anak.
Sejumlah sponsor dari sektor perbankan, perlengkapan olahraga, ritel, perhotelan, dan produk konsumen juga mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Keterlibatan lintas sektor tersebut membuka ruang bagi dunia usaha untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial di luar aktivitas bisnis utama.
Melalui Golf for Humanity 2, kolaborasi olahraga, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi anak-anak di NTT dan Maluku. Keberlanjutan program jadi faktor penting agar kepedulian yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkontribusi terhadap pemenuhan hak anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(H-2)
