
Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada seluruh prajurit. Di usia ke-81 TNI, diharapkan penjaga pertahanan negara semakin lebih maksimal dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Junico pun mengapresiasi pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Indonesia.
“Selamat HUT ke-81 untuk TNI. Pengabdian prajurit perlu ditopang keputusan pertahanan yang tepat. Setiap prioritas harus memperjelas kemampuan yang hendak diperkuat dan kebutuhan operasi yang akan dipenuhi,” kata Junico pada Senin (5/10).
Menurut pria yang akrab disapa Nico Siahaan tersebut, peringatan hari jadi TNI harus menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi kesiapan operasional pertahanan.
“Untuk itu kami mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI menyusun prioritas berdasarkan kesenjangan kemampuan yang paling mendesak, karakter ancaman, serta kebutuhan pengamanan wilayah Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nico mengingatkan TNI untuk menghubungkan rencana pembangunan kekuatan dengan skenario penugasan yang nyata. Menurutnya, pengamanan
perbatasan, wilayah laut, ruang udara, dan objek strategis memiliki kebutuhan berbeda.
“Penentuan dukungan perlu memperhitungkan kondisi geografis, waktu pengerahan, serta kemampuan satuan menjalankan tugas secara berkelanjutan,” ujar Nico.
Ditambahkan Nico,evaluasi tersebut perlu menghasilkan urutan pemenuhan kebutuhan yang jelas.
“Kemampuan yang paling
menentukan keberhasilan operasi harus memperoleh prioritas, disertai tahapan pelaksanaan dan ukuran kesiapan yang dapat diperiksa melalui mekanisme pengawasan pertahanan,” kata Nico.
Di sisi lain, Nico mendorong penguatan keterpaduan operasi antar-matra. TNI dinilai perlu memastikan sistem komunikasi, pertukaran informasi, dan pengambilan keputusan memungkinkan unsur darat, laut, serta udara bekerja dalam satu arah ketika menghadapi ancaman.
“Indonesia membutuhkan kemampuan untuk mengerahkan unsur pertahanan secara terpadu. Latihan gabungan perlu digunakan untuk menguji koordinasi dan menghasilkan perbaikan yang diterapkan dalam penugasan,” kata Nico.
“Kita melihat bahwa latihan gabungan, latihan siber dam nirawak menjadi kebutuhan yang lebih cocok saat ini untuk penguatan alutsista di Nusantara,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Menurut Nico, hal ini relevan mengingat perkembangan ancaman siber, gangguan komunikasi, dan penggunaan sistem tanpa awak juga perlu masuk dalam evaluasi kesiapan.
“Maka penting untuk TNI menentukan pembagian tanggung jawab, kebutuhan kemampuan, serta prosedur koordinasi agar perubahan ancaman diikuti penyesuaian doktrin dan pelaksanaan operasi,” ujar Nico.
Dalam upacara HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Subianto meresmikan sejumlah satuan baru, termasuk 6 Komando Daerah Militer (Kodam) yang tersebar di berbagai wilayah.
Selain 6 Kodam, ada juga Brigif TP, 150 Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP), dan 3 Yon Bantuan Tempur atau Banpur (Kavaleri, Armed, dan Arhanud) untuk matra TNI AD.
Kemudian TNI AL terdiri atas 1 Brigif Marinir dan 4 Yon Marinir. Sementara TNI AU terdiri atas 1 Divisi II Korpasgat, 1 Brigade Korpasgat, 3 Yon Korpasgat, 1 Skadron Pendidikan, 2 Skadron Udara, dan 2 Satuan Radar.
Nico pun mengingatkan, setiap pembentukan atau pengembangan satuan perlu disertai penjelasan mengenai kebutuhan strategis dan kontribusinya terhadap kesiapan pertahanan.
“Penataan organisasi harus memperjelas hubungan komando serta meningkatkan kemampuan merespons situasi sesuai mandat. Pembentukan satuan baru TNI juga harus bisa meningkatkan kesiapan operasional prajurit sebagai dasar prioritas pertahanan negara,” kata Nico.
Nico memastikan, Komisi I DPR akan mengawal agenda tersebut melalui pembahasan bersama dengan Kementerian Pertahanan dan TNI seagai mitra kerja.
“Pengawasan Komisi I DPR
diarahkan untuk memastikan keputusan pertahanan menghasilkan kemampuan yang siap digunakan,” kata Nico.
Nico melanjutkan, dukungan DPR kepada TNI pun akan diarahkan pada keputusan yang memperkuat kemampuan menjaga kedaulatan dan merespons ancaman secara tepat.
“Dengan prioritas yang terukur dan koordinasi yang kuat, TNI dapat menjalankan tugasnya semakin efektif,” ujar Legislator dari Dapil Jawa Barat I itu.
Nico berharap, setiap dedikasi prajurit TNI dapat membawa manfaat yang nyata untuk bangsa dan Negara, serta membantu memastikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia.
“Komisi I berharap HUT ke-81 TNI memperkuat kerja bersama untuk membangun kesiapan operasional yang sesuai kebutuhan Indonesia. Terima kasih atas pengabdian prajurit TNI selama ini,” kata Nico.
