Wednesday, October 7

Krisis Air Bersih Parah Dialami Sebagian Besar Warga Jawa Barat


Ilustrasi krisis air bersih di Jabar(MI/Susanto)

KABUPATEN Bekasi menjadi daerah terparah terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih di Jawa Barat. Sampai pekan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 13,9 juta liter air bersih di wilayah ini. 

Daerah lain yang juga terdampak parah ialah Kabupaten Bogor. Distribusi air bersih ke wilayah tersebut sudah mencapai 7,3 juta liter air bersih. 

Krisis air bersih parah lainnya terjadi di Ciamis yang mendapat bantuan sebanyak 2 juta liter, Kabupaten Pangandaran dengan 2 juta liter dan Kabupaten Purwakarta mendapat bantuan 1,4 juta liter air bersih. 

“Total bantuan air bersih yang didistribusikan BPBD se Jawa Barat dan lintas sektoral lainnya mencapai 34,4 juta liter. Kekeringan dan krisis air bersih di Jawa Barat sudah melanda 26 dari 27 kabupaten dan kota,” papar Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat, Rabu (7/10). 

Kekeringan dan krisis air bersih sudah melanda 783 desa dan kelurahan di 259 kecamatan. Jumlah warga terdampak mencapai 364.063 kepala keluarga atau sebanyak 1,2 juta jiwa. 

Jumlah warga terdampak kriris air paling besar ialah Kabupaten Bogor dengan 117.360 kepala keluarga atau 397.815 jiwa, menyusul Kabupaten Purwakarta dengan 43.269 kepala keluarga atau 138.148 jiwa, serta Kabupaten Bekasi dengan 35.508 kepala keluarga atau 105.992 jiwa.   Selain BPBD, distribusi bantuan air bersih juga dilakukan PMI, PDAM, Polres, Kodim, dunia usaha, BBWS, Baznas, Kementerian PU, Komunitas, Damkar, Tagana dan pemerintah daerah. (H-4)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *